28 April 2008

Kristen KTP kah anda ???

"Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."

Pernah mendengar Kristen KTP? Ada beberapa teman yang pernah berkata demikian ketika ditanya mereka berjemaat dimana. "ah, itu KTP aja kok.." Ketika ditanya kenapa ada istilah KTP itu, mereka cuma nyengir dan mengeluarkan berbagai macam alasan.

Sadar atau tidak, ada banyak juga orang yang bukan sekedar kristen KTP. Ada banyak diantara kita yang tampil benar jika dilihat dari luar. Mereka rajin ke gereja, mereka seolah2 taat, bahkan omongannya pun terdengar sangat alkitabiah. Mereka berusaha membuat kesan manis di mata orang, dan pintar menyembunyikan dosa2 mereka. Orang akan menyangka bahwa mereka ini orang yang takut akan Tuhan, tapi dibalik itu semua, mereka hanyalah aktor2 spiritual yang sebenarnya tidak pernah mengakui dosa2 mereka, malah masih berbuat dosa terus menerus dgn sengaja. Kekristenan bagi mereka hanyalah sebagai simbol, yang bisa memberikan sebentuk keuntungan duniawi. Katakan misalnya, supaya tidak dimarahi orang tua, supaya dianggap calon menantu yang baik, mengambil hati pacar, supaya terlihat alim di mata teman2 dan lingkungan, dan lain2. Ya, diluar mereka tampak alim dan benar, tapi didalam mereka menyimpan banyak kebusukan.

Kita bisa menipu orang, tapi kita tidak bisa menipu Yesus. Tuhan menguji hati, dan tidak peduli dgn penampilan luar kita. Ketika dalam Yesus ada begitu banyak berkat, ada sukacita, ketika Yesus dapat menjadi sahabat setia yang memastikan kita tidak pernah berjalan sendirian, dan terutama ketika didalam Yesus ada keselamatan dan kemenangan, buat apa sebentuk kepura2an yang sifatnya sementara? Mari kita ijinkan Tuhan untuk memeriksa hati kita, apakah kita sudah memiliki komitmen untuk percaya sepenuhnya dan menerima Yesus sebagai juru selamat kita. Berhentilah menjadi Kristen KTP, yang tidak memberikan manfaat apa2, tapi jadilah pengikut Tuhan Yesus, dan terimalah segala keselamatan, damai, berkat dan sukacita secara nyata.

Kepura2an tidak memberikan apapun, tapi menjadi orang benar memberikan segalanya.

23 April 2008

Sabar dan Bodoh

Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele.

Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar. Spontan si terhukum protes.

Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!"
Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah. Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan

Yang bisa saya ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.

Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar.
{sumber : Surat kabar thailand}

17 April 2008

belajar untuk selalu mengucap syukur

Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca …anda adalah bagian dari kelompok terpilih.

Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat ..anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.

Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara,kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan ..anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.

Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa Merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati ..anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.

Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat ..anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.

Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran ..anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.

Jika orang tua anda masih hidup & menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka …maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikanlangka.

Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia …anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.

Jika anda dapat membaca pesan ini……anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali Semoga anda menikmati hari yang indah ini.

Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.

Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.

15 April 2008

kasih Orang Tua yang GRATIS

Pada suatu sore yang cerah, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam ,dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai dia tulis. Si ibu tersenyum menyambut kertas itu, dan setelah mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya.

Dan inilah tulisan si anak itu:
Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00
Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00
Untuk pergi ke toko menggantikan Mama Rp. 10.000,00
Untuk menjaga adik waktu Mama belanja Rp. 15.000,00
Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00
Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00
Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00
Total jumlah hutang Rp. 80.000,00

Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:

Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut Mama, GRATIS.

Untuk semua malam ketika Mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.

Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.

Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.

Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS.

Anakku, dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati Mama adalah GRATIS.

Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: “Ma, aku sayang sekali pada Mama”.

Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar-besar: “LUNAS”

Apakah menurutmu ini cerita yang indah?
Jika ya, kabarkanlah pada semua orang, bahwa orang yang paling mencintainya, selalu ada di dekatnya: SEORANG IBU.

14 April 2008

Sabar itu Indah lho...

Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan; orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota."
(Amsal 16: 32)

Sabar ?? susah ?? ngak juga tuh...
emang sih edi jamannya era globalisasi ini, banyak merubah sifat orang dimana setiap orang pasti menginginkan proses yang cepat dimana dapat memudahkan hidup manusia itu sendiri.
Salath satu akibatnya ??? ya otomatis bermunculah budaya-budaya instan , budaya yang membuat orang ingin selalu merasa serba cepat dan mudah.
Dan ternyata buday yang instan in akan membuat manusia itu sendiri menjadi manusia yang tidak sabaran!! contoh kecilnya : lihatlah dijalan raya salatiga kalo udah jam 6:30 - 07.00 pagi , dimana hampir semua mobil, motor menjadi "cerewet" klakson bergantian berbunyi, bahkan sampai-sampai ada yang melanggar lalu lintas. so dilihta dari contoh kecil ini saja , kita dapt melihat bahwa ternyata kesabaran menjadi sebuah karakter yang langka pada saat ini.

Berbicara tentang kesabaran, penulis Amsal, pertama, mengungkapkan bahwa orang yang sabar melebihi seorang pahlawan. Mari kita lihat keistimewaan yang dimiliki seorang pahlawan, yaitu mempunyai mental baja; tidak gampang menyerah; berusaha keras untuk sesuatu yang diperjuangkannya. Karena itu sabar akan membuat orang bertahan hidup, menyelesaikan masalahnya tanpa harus patah semangat atau putus asa. la juga akan berpikir panjang dan dengan sabar dan setia belajar mengenali kehendak Allah. la menjadi semakin dekat dengan Allah dan menjadi orang yang bijaksana dalam situasi apapun. Inilah salah satu dampak yang indah dari kesabaran.

Kedua, penulis Amsal menyamakan seorang yang sabar dengan orang yang menguasai diri. la ungkapkan bahwa orang yang menguasai diri melebihi seorang yang merebut kota. Keistimewaan perebut kota dalam peperangan yaitu ia mempunyai penguasaan diri yang sangat baik. Ia tidak terburu nafsu ingin segera merebut kota sebelum menyelidiki benar-benar situasi kota yang ingin dikuasainya. Selain itu ia adalah orang yang jeli membaca situasi. Orang sabar mempunyai penguasaan diri yang sangat baik. Ia tahu bagaimana harus bertindak dalam mengatasi persoalan dan menghadapi orang lain tanpa harus dikuasai oleh emosi atau situasi. Ia selalu mencari jalan keluar yang sama-sama menang. Coba kita bayangkan persoalan keluarga atau apapun juga akan cepat selesai apabila anggota keluarga yang sedang berselisih mau bersabar. Kemarahan tidak dibalas dengan kemarahan lagi, tapi ditanggapi dengan tenang. Betapa indahnya kesabaran itu, mampu menyelesaikan persoalan yang rumit!
Karakter kesabaran adalah buah Roh Kudus. Roh Kudus ada dalam hidup kita sebagai orang percaya. Sebenarnya karakter kesabaran ini pun sudah ada dalam diri kita, tinggal kita berusaha memunculkan karakter ini dalam hidup sehari-hari.

Karena itu teruslah meminta pertolongan Roh Kudus dan terus mengasah kesabaran. Mem ang susah mungkin, tapi jika kita mencoba untuk melakukannya setiap hari, niscaya pasti sabar itu gampang dilakukan kok n ada juga yang bialan kalo ternyata sabar itu indah, loh

TUHAN memberkati.

( ant )

11 April 2008

Renungkanlah ....

Bila tak seorang pun berbelas kasih pada
kesulitan anda.Atau, tak ada yang mau
merayakan keberhasilan anda. Atau tak seorang
pun bersedia mendengarkan, memandang,
memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan
masukkan ke dalam hati. Manusia selalu
disibukkan oleh urusannya sendiri. Manusia
kebanyakan mendahulukan kepentingannya
sendiri. Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam
hati. Karena hanya akan menyesakkan dan
membebani langkah anda. Ringankan hidup anda
dengan memberi pada orang lain. Semakin banyak
anda memberi semakin mudah anda memikul
hidup ini.

Berdirilah di depan jendela. Pandanglah keluar.
Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda
berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat
mengapa anda hadir di sini. Bukan untuk
merengek atau meminta dunia menyanjung anda.
Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan.
Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk
menggemburkan tanah. Dan, sebongkah batu
dipadatkan untuk menahan gunung. Alangkah
hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak
dimiliki siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya
terwujud bila anda mau memberikannya.

10 April 2008

Berdoalah senantiasa

“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu"
(Matius 7:7)

Kerap kita melihat orang berdoa dengan teriakan yang Iantang "memerintah" Tuhan untuk menyembuhkan sakit penyakit seseorang atau "memerintahkan" Tuhan secara paksa agar pada saat itu berkat-Nya diberikan. Padahal Tuhan adalah pemilik segala kuasa dan kita selayaknya menaruh hormat kepada-Nya.
Kalau kita minta kepada Tuhan dengan kalimat perintah, lalu siapakah sebenarnya kita ini? Apakah kita lebih berkuasa dari Tuhan, sehingga dengan seenaknya memerintah Tuhan untuk berbuat begini atau begitu. Kita harus menyadari kedudukan kita sebagai orang-orang berdosa, yang telah diselamatkan oleh darah pengorbanan Yesus Kristus, sehingga boleh berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa-doa yang kita panjatkan.
Oleh karena itu kalau kita meminta sesuatu kepada Tuhan melalui doa kita, hendaknya disampaikan dengan penuh hormat, sopan, lemah-lembut dan mengakui akan kuasa-Nya yang menguasai hidup kita. Dalam doa kita boleh menyampaikan segala hal yang kita pikirkan, alami, rasakan, inginkan, dan segala hal yang berkaitan dengan hidup kita atau hidup orang lain.
Masalahnya jika kita meminta sesuatu kepada Tuhan, apakah cukup disampaikan melalui doa-doa saja, lalu Tuhan akan memberikan apa yang kita minta? Tentunya tidak, secara jelas ayat diatas mengharuskan kita untuk berusaha juga, yaitu "....carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu". Ini berarti Tuhan akan memberikan apa yang kita minta, apabila:
1. Tuhan berkenan atas doa permintaan kita.
2. Berdoa dengan benar dan sungguh-sungguh berserah kepada-Nya.
3. Kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan apa yang kita minta, tidak hanya menanti pemberian Tuhan secara cuma-cuma. Seringkali, apa yang kita minta baru diberikan oleh Tuhan setelah melalui pengujian atas iman kita dan diluar perhitungan akal budi kita.
Mari kita senantiasa memulai hidup kita setiap hari dan apa saja yang ingin kita lakukan dengan doa yang benar. Disamping itu hendaknya kita juga memanjatkan doa syafaat bagi orang lain, bangsa dan negara kita. Dan jangan lupa senantiasa mengucap syukur atas hidup dan apa yang telah kita lakukan, baik yang berhasil maupun yang gagal, karena hidup kita ada di dalam rancangan-Nya. (Basuki Arlijanto)

08 April 2008

STOP berkata dusta

Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota. Efesus 4:25

Bulan April datang !!! tanggal 1 april biasanya di seluruh dunia seakan-akan “merayakan april mop” ato kalo saya pribadi bilang “hari boleh bohong sedunia” ini mungkin lho... tapi kalo kita bisa jeli n kritis ngelihat hari itu, pasti kita tahu yang mencetuskan ato yg ada dibelakang hari april mop ini adalah si Iblis !! setuju nggak ??? kok bisa ?? ya jelas bisa aja... karna “mungkin” pas APRIL MOP itu kita dengan bebas “berbohong” dan ”mengerjani” orang, dimana tindakan ato perkataan kita itu malah membuat kita jatuh kedalam dosa.
Tapi,mungkin kita bisa membela diri dan bahkan bisa bilang, “aku kan cuman main-main, masak aku buat dosa”, kalo sampai kita bisa bilang seperti itu dan masih juga membela diri kita yg jelas-jelas udah berbohong atau berkata dusta, mungkin kita harus kembali baca Alkitab kita deh... dimana dusta itu adalah DOSA.
Ato kita pernah mempunyai anggapan bahwa berdusta demi kebaikan, berdusta demi menolong orang adalah berbuat baik.
Itu adalah anggapan yang SALAH !! karna bagi Tuhan yang namanya dusta tetaplah dusta. Dan yang namanya dusta adalah dosa.
Dalam Yakobus 3 :14 dikatakan bahwa berdusta itu melawan kebenaran,” Sebab dusta itu bukanlah hikmat yang datang dari Tuhan, tapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan” (Yakobus 3:15).
Jelaslah bagi kita orang Kristen harus sadar akan bahayanya dusta itu. Lebih baik berterus terang dari pada berdusta. Mungkin dalam berterus terang itu akan mengorbankan harga diri, atas kesalahan atau kelalaian kecil yang kita perbuat.

Tetapi itu lebih bernilai dihadapan Tuhan dari pada menumpuk dusta yang kian subur yang ada dalam diri kita yang pada akhirnya akan menjadi bumerang dihadapan Tuhan.. Dan akibatnya kita akan mendapat murka Allah, dan kebinasaan akan menyertainya.
Bagi orang Kristen kebiasaan yang berkonotasi negatif itu harus dihindarkan. Karena cepat atau lambat kebiasaan dusta dan bohong itu akan meracuni diri kita sendiri yang berakibat fatal, terlebih dalam hubungan kita dengan Tuhan. Salah satu penghambat dalam doa kita kepada Tuhan adalah dusta. Seringkali kita berdusta, dan akan mengakibatkan kita ketagihan. Jika ketagihan itu menjadi tuntutan, akan sulit melepaskannya, karena telah menggerogoti rohani kita dan akhirnya kita akan terus terbelenggu dosa hanya karena DUSTA.
Def-ers mungkin sudah saatnya kita belajar berkata benar walau mungkin sulit untuk mengawalinya, tapi percayalah itu lebih baik dari pada harus berkata dusta atau bohong yang nantinya akan membawa kita jatuh kedalam kebinasaan.
Berkata benar dan jujur adalah berkata yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya, artinya apa yang dikatakan sesuai hati nuraninya dan pemikirannya. Berkatalah dengan sewajarnya dan sesungguhnya.
Mungkin pada awalnya kita akan mengalami kesulitan untuk dapat berkata jujur, tapi jika terus-menerus mencoba dan berbuat serta di dikuatkan didalam doa kita setiap hari, niscaya kita akan berubah menjadi lebih baik, tidak ada rasa takut lagi yang mendera kita karena buah kebohongan kita.
Itulah sebabnya firman Tuhan mengatakan, jika "Ya" katakan "Ya" dan jika "Tidak" katakan "Tidak". Jangan ada dusta di antara kita. Jujurlah satu dengan yang lain.
Jika kita ingin doa kita didengar, jadilah orang yang jujur. Karena Alkitab mengatakan, doa orang yang jujur dikenal-Nya.
Stop berkata DUSTA dan katakanlah kebenaran !
TUHAN memberkati. ( ant)

07 April 2008

KeBENARan dan PemBENARan ?? apa sih tu ??

Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar," (I Yohanes 3: 7)

Seorang atasan menyampaikan kepada bawahannya, "Si A itu orang yang sulit diatur, selalu saja mengabaikan perintah, dalam bekerja
seringkali membuat kesalahan, lama-lama bisa saya PHK". Bawahannya yang diajak bicara menimpali, "Saya sependapat dengan Bapak, memang
dia itu bandel dan kurang cermat kerjanya", Namun ketika bertemu dengan teman-temannya, bawahan tadi mengatakan, "Enak saja si Bos itu, menilai orang sesuka hatinya, masa si A dikatakan sebagai orang yang sulit diatur, sebab sering mengabaikan perintah, seringkali membuat kesalahan. Padahal masalahnya kan ada pada si Bos sendiri; cara kerja
dia yang tidak terencana, mau menang sendiri dan semuanya minta serba cepat selesai". Sikap atasan dan bawahan yang demikian inilah yang sering kita jumpai dalam interaksi antar manusia.
Dari ilustrasi di atas, sikap atasan tersebut hanya berdasarkan sudut pandang, hak dan kekuasaannya saja. Nampaknya dia hanya
bertumpu pada apa yang dia lihat dan rasakan berkaitan dengan kepentingannya. Cara pandang demikian ini adalah sikap pembenaran
bukan "menegakkan kebenaran", Karena dia hanya melihat dari satu sisi saja. Sedangkan sikap bawahan tadi adalah sikap oportunis. Dia
tidak berani mengambil resiko untuk "menyampaikan pandangannya" kepada si Bos. Hanya berani "mengomel" kepada sesama bawahan saja.
Sikap inipun adalah sikap pembenaran atas cara pandang dia dalam menghadapi suatu masalah.
Lalu bagaimana dengan kebenaran yang ingin kita tegakkan,sebagaimana telah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri? Untuk menegakkan kebenaran, dibutuhkan integritas yang tinggi, yang tidak lebih dari kejujuran. Kejujuran untuk mengatakan kebenaran atau dengan
kata lain menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah memperlakukan semua orang dengan perangkat prinsip yang sama. Pada
mulanya orang mungkin tidak menghargai pengalaman konfrontasi yang jujur, yang mungkin menghasilkan integritas. Konfrontasi membutuhkan
keberanian besar, dan banyak orang lebih senang mengambil jalan yang paling aman, mengkritik, mengkhianati kepercayaan, atau berpartisipasi
dalam gosip tentang orang lain di belakang punggung mereka. Integritas juga berarti menghindari komunikasi apapun yang menipu, dan penuh akal bulus.Marilah kita melakukan refleksi dan koreksi din.

Sumber : sahabatsurgawi.com


03 April 2008

Tuhan Menjawab Doa

Ada seorang tentara Amerika yang melayani Tuhan berdiri di pinggir jalan untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois. Sebenarnya perbuatan "hitchhiking" ini melanggar hukum dan sangat berbahaya, tetapi tidak ada alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal itu.

Tiba-tiba sebuah limousine (mobil Cadillac panjang yang pintunya di tiap sisi ada empat buah itu) warna hitam menghampiri tentara itu dan memberikan tumpangan. Tentara dan pemilik limousine tersebut saling berkenalan (siapa namanya, asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba Roh Kudus membisikkan dalam hati tentara ini untuk membagikan berita mengenai keselamatan di alam Kristus kepada pemilik limousine ini.

Tentara itu menolak bisikan Roh tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis melanggar hukum tiba2 memberitakan Kristus, dan terlebih lagi karena tentara ini TAKUT dipukuli pemilik limousine ini dan diturunkan di tengah jalan.

Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat sehingga tentara ini tidak tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini, "Pak... boleh nggak saya menanyakan masalah pribadi?" "Oh, boleh saja," jawab Bapak ini, "Pertanyaan apa?" "Kalau misalnya Bapak meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk surga atau masuk neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat sebelum saya memberimu tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan saya pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka." "Bapak mau nggak saya beritahu caranya masuk surga?" tanya tentara ini. "Oh, tentu saja mau," jawab Bapak itu.

Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan mengenai Yesus Kristus dan menantang Bapak ini untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima Yesus, dan ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak tentara itu membimbing dia berdoa untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan, " kamu tahu nggak? Malam ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi hidup saya, saya nggak akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi hidup saya."

Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan sesampai Chicago, ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil), Bapak itu memberikan satu kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah... hari ini anda sudah melakukan hal yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan kalau main ke Chicago hubungilah saya di alamat ini." dan tak lama kemudian mereka berpisah.

Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini kemudian kembali berkunjung ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang diberikan oleh Bapak pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin tahu kabar mengenai Bapak tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut, dan ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor pusat sebuah perusahaan raksasa di Amerika Serikat.

Ia memberikan kartu tersebut kepada satpam, dan satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana kamu dapatkan kartu ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu sendiri yang memberikannya kepada saya." sehingga satpam itu menjawab, "Kamu naik ke lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu tanya pada sekretaris yang ada di sana." Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan kartu nama itu kepada sekretaris >yang ada di sana yang juga sangat terkejut, "Dari mana nda dapatkan kartu ini?"

Jawab tentara itu, "Wah... panjang ceritanya... tapi beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak ini sekarang tidak ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan istrinya?" "Boleh", jawab tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak itu yang adalah Presiden Direktur dari perusahaan raksasa tersebut. "Dari mana kamu peroleh kartu ini?" tanya ibu (istri) tersebut. Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan Bapak itu dan bagaimana Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya. Mendengar itu semua meledaklah tangis Ibu tersebut. Ia menceriterakan bahwa tak lama sesudah menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh kecelakaan yang sangat fatal yang menewaskan Bapak tersebut.

Ibu itu mengatakan bahwa bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan, dan ia mengira bahwa suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia begitu marah kepada Tuhan dan meninggalkan gereja dan pelayanannya. Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang paling penting yang pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang tidak kalah penting lagi ialah CARA Allah mengabulkan doa ibu itu. Ibu itu sadar bahwa Allah BEKERJA di dalam doa2 yang disampaikannya TANPA memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN TUHAN.

Dari kisah ini kita bisabelajar: HARUSKAH Tuhan itu memberitahu kita apabila Ia bekerja dalam rangka mengabulkan doa-doa kita? TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di balik doa yang SEPERTINYA tidak dikabulkan oleh Tuhan itu, TERNYATA Tuhan bekerja untuk mengabulkan doa2 kita? Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa Tuhan itu tidak setia, Tuhan itu berbohong, Tuhan itu tidak menjawab doa-doa kita, dan Tuhan itu tidak berkenan atas doa-doa kita? HARUSKAH Allah itu mengabulkan doa kita dengan cara yang SESUAI dengan cara yang kita sodorkan kepada Tuhan? Apakah kita sudah sedemikian "dijangkiti" oleh "doa instan" yang "harus dikabulkan hari ini juga", "harus dikabulkan tahun ini juga" dan lain sebagainya?

On Eagle's Wings

02 April 2008

Emosi ???? NO way.....

"Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."
(Amsal 16 : 32)

Tidak jarang hal-hal yang sepele dalam kehidupan ini, menjadi sebab timbulnya sebuah masalah besar, hanya karena manusia tidak pandai mengendalikan emosi. Emosi kerap bak bara kecil yang dapat menyulut kebakaran hutan besar, seperti yang hampir setiap tahun terjadi di hutan-hutan kita. Diberitakan di koran baru-baru ini, ada seorang penjual nasi goreng yang ditembak oleh seorang pelanggannya, karena tidak sabar menunggu pesanannya disajikan. Rasanya sulit dicerna oleh nalar sehat, namun itulah yang terjadi. Ada lagi peristiwa di Aceh, tiga prajurit TNI diadili karena telah menganiaya warga desa Lawang - Bireun dan mereka mengakui perbuatannya yang emosional karena merasa pertanyaan yang diajukan mereka tidak mendapat respon sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya bahkan tidak mustahil mungkin merupakan pengalaman hidup pribadi kita.
Supaya hidup ini tidak didikte oleh emosi, kita perlu senantiasa melatih diri menggunakan akal budi kita sehingga kita bisa memiliki kesabaran yang memadai dan memiliki sifat pemaaf, seperti kata firmanNya: "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran" (Ams. 19:11); dan tentunya yang lebih penting lagi kita harus senantiasa memohon bimbingan, pengendalian serta arahan Roh Kudus, supaya memperoleh hikmat dari Tuhan untuk menjalani hidup ini seturut dengan kehendak-Nya. Semoga hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh nafsu dunia; iri hati, pementingan dirisendiri, memegahkan diri serta ketidakjujuran, melainkan oleh hikmat yang dari Tuhan; murni, suka berdamai, peramah dan penurut, yang membuat kita penuh belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan baik, tidak memihak dan munafik (Yak. 3:14-17).
Hamba-Nya, Martin Luther King Jr, seorang pejuang hak-hak sipil kaum Amerika-Afrika, mengatakan: "Science investigates; religion interprets. Science gives man knowledge, which is power; religion gives man wisdom which is control" (Ilmu pengetahuan meniliti; agama menafsirkan. Ilmu pengetahuan memberi manusia pengetahuan, yang merupakan kekuasaan; agama memberi manusia hikmat, yang merupakan pengendalian diri).
Semoga iman memberi hikmat kepada kita sehingga kita mampu mengendalikan diri kita dengan baik seturut dengan kehendak dan titahNya, dan emosi tidak lagi mendikte hidup kita. (Nik D. Adam)

sumber : sahabatsurgawi.com

01 April 2008

Janji TUHAN

Sejak kecil, kedua orang tua mendidik saya untuk menepati janji. Mereka mengajarkan hal itu dengan cara memberi teladan terlebih dahulu. Akibatnya, tiap kali orang tua atau siapa saja yang menjanjikan sesuatu kepada saya, saya tidak akan berhenti mengingatkan sampai mereka menepatinya.

Beberapa waktu yang lalu, seorang teman menjanjikan sesuatu untuk saya. Setiap hari saya mengingatkan dia sampai akhirnya dia bosan sendiri dan memberikannya kepada saya. Ketika saya melakukan itu, Tuhan mengingatkan saya, "Mengapa kamu tidak sedemikian gigihnya kepadaKu? Mengapa seringkali kamu kurang percaya kalau Aku tidak akan mengingkari janji yang telah Kubuat?"

Banyak kali kita melakukan hal demikian kepada Tuhan. Kita berhenti berdoa setelah beberapa waktu doa kita belum juga dijawab. Kita kurang memercayai janji Tuhan untuk masa depan yang penuh dengan harapan, untuk kesembuhan atas sakit penyakit, untuk hidup berkelimpahan, dan banyak lagi.

Tapi saat ini maukah Anda untuk mulai memercayai Tuhan, memberikan kendali atas seluruh hidup Anda kepada Tuhan, untuk mengklaim semua janji yang telah diberikan Tuhan kepada Anda?

Sama seperti seorang hakim yang akhirnya bosan karena janda yang terus menerus "menghantuinya" atas sebuah permintaan, Tuhan juga akan menjawab doa Anda ketika Anda tidak berhenti berdoa.

Tuhan Yesus Memberkati


sumber : renungan-harian-kita.blogspot.com

31 Maret 2008

Bibit Kacang Hijau Yang Tak Bertumbuh

Seorang teman mengirimkan kisah ini kepada saya dan tak diketahui dari mana asalnya. Dikisahkan bahwa sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut.

Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah, setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa pulang bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut.

Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kcang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya.

Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya. Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh.

"Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapa." Dan justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya; "Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!" Orang itu heran dan kaget tak percaya.

Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu. "Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan.

Prinsip perusahaan ini mengingatkan aku akan kata-kata sang bijak; "Tujuan tak menghalalkan cara."

Tarsis Sigho - Taipei

26 Maret 2008

Ketekunan

"Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita".
(Ibrani 12: 1b)

Kehidupan Kekristenan seringkali diibaratkan sebagai suatu perlombaan, dan setiap orang Kristen adalah atlit-atlitnya. Setiap perlombaan dapat diselesaikan dengan baik kalau pelarinya memiliki ketekunan. Sebab tanpa ketekunan, tujuan takkan pernah dicapai.
Kadangkala kita menemui kegagalan dalam mencapai tujuan hidup. Yang menjadi penyebabnya antara lain sudut pandang dalam melihat kegagalan akan menentukan tercapainya tujuan. Kalau kita meIi hat kegagalan dari sudut pandang negatif, akan menimbulkan akar pahit. Namun kalau kita melihat kegagalan dengan positif akan memacu seseorang untuk lebih berhati-hati dan berusaha hidup lebih baik.
Itu sebabnya muncul ungkapan-ungkapan penyemangat seperti "Kegagalan adalah sukses yang tertunda" atau "Kegagalan adalah ibu yang melahirkan kesuksesan". Sebagai anak Tuhan kita harus belajar melihat bahwa segala sesuatu ada hikmahnya, ada segi positifnya. Seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus, "Allah turut bekerja sama dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8: 28)
Bahkan kegagalan dapat juga menimbulkan buah kesuksesan, lantaran kegagalan menimbulkan ketekunan. Ambil contoh: Albert Einstein pernah berkata, "Aku berpikir dan berpikir 99 kali salah, namun yang ke 100 kali benar". Thomas Alfa Edison baru berhasil menemukan listrik setelah melakukan penelitian ribuan kali. Einstein dan Edison adalah contoh ketekunan yang berbuah manis.
Hal yang menghambat ketekunan kita adalah beban problema yang belum kita tinggalkan atau tanggalkan. Pelari yang baik akan berlari dengan pakaian seringan mungkin, demikian pula dalam perlombaan iman. Beban dan dosa sekecil apa pun akan merupakan ancaman bagi ketekunan. Jangan pernah berpikir untuk menimbun beban karena pada gilirannya cuma akan menimbulkan akar pahit.
Jangan seperti orang yang memikul tas ransel yang berat, dan setelah ia naik ke atas truk ia masih terus memikul beban ranselnya itu. Akibatnya ia tetap merasa berat dan lelah dengan bebannya itu.
Solusinya hanya satu, menanggalkan beban Anda dengan mengimani bahwa beban dosa di pundak Anda telah terangkat oleh penebusan Kristus. (Tri Purwito)

sumber : sahabatsurgawi.net

25 Maret 2008

Telur Paskah

Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah dasar kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang sulap bertopi tinggi dan sebagainya.

Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa dikartu ucapan selamat paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci? Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.

Tradisi
Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi musim semi atau Dewi kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia.

Hari Paskah selalu jatuh di sekitar- hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah yaitu Easter atau Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro itu. Juga kegiatan perayaan itu diambil alih dan diberi dengan isi yang baru.

Bagitulah telur yang semula adalah lambang cikal bakal kehidupan diambil alih menjadi lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci yang semua adalah lambang kesuburan (karena dapat berkembang biak dengan cepat) diambil alih dan diberi arti paskah, yaitu lambang kehidupan yang berlimpah dalam kristus.

Bagi orang di belahan bumi utara. Paskah bertepatan dengnan musim semi. Musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya. kehidupan dimulai lagi.

Demikianlah orang-orang kristen sejak jaman itu mengambil alih perayaan itu. Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan dijadikan lambang bahwa oleh kebangkitan kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.

Buka esensi
Ingat, telur dan kelinci itu hanyalah aksesoris atau hiasan Paskah yang dipakai untuk membuat orang kristiani lebih mendalami arti paskah. Jangan sampai hal-hal yang aksesoris itu dikultuskan atau disembah, dan pengorbanan Kristus yang merupakan esensi Paskah justru dilupakan serta terlupakan.

Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman gedung putih pada hari senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, muncul komersialisasi. Dan ironisnya, buka Tuhan Yesus yang ditonjolkan, melainkan telur dan kelinci Paskah.

Hati-hati, kalau yang aksesoris itu pamornya melebihi yang esensi lebih baik ditinggalkan dan kembali fokus memberitakan esensi, yaitu Tuhan Yesus. Jangan sampai, ketika paskah tiba, kita menjadi sukacita, bukan karena memperingati kebangkitan yesus, melainkan menanti datangnya lomba mencari telur.

Lebih jauh, rentang waktu yang lama membuat orang banyak mulai lupa dan menganggap remeh pengorbanan Yesus di kayu salib, bahkan ada yang menyebut peristiwa itu sebagai dongeng atau cerita kuno yang sangat dramatis dan menguras air mata.

Tidak sedikit orang-orang Kristiani yang terharu dan menangis tersedu-sedu ketika melihat penayangan film penyaliban Kristus "Passion of the Christ", tetapi tidak memahami betapa Dia telah meniti jalan penderitaan untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk mereka yang menonton. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8)

Bagi banyak orang, paskah identik dengan telur yang akan dibagi-bagikan, tetapi sesungguhnya Paskah adalah kemenangan kristus, yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa kebangkitanNya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa kebangkitanNya maka kepercayaan kita kepadaNya tidak berarti apa-apa dan kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya, karena kebangkitanNya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan yang pasti.

sumber : Renungankita.blogspot.com

24 Maret 2008

Setiap Langkah Adalah Anugerah

Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.

Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering
menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.

“Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.

“Melakukan apa ?” kata Ralph.

“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?”

“Oh,” kata Ralph, “selama perang, saya kira.”

Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu
temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya.

“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.

“Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”

Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas

Oleh: Barbara Brown Taylor

19 Maret 2008

Sabar Dan Bodoh

Pagi ini saya membaca sebuah cerita yang memberikan inspirasi sangat baik.
Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut.
Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele. Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar.
Spontan si terhukum protes.
Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!"

Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah. Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan

Yang bisa saya ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang
sebenarnya tidak perlu.

Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar. Amin TUHAN memberkati.

17 Maret 2008

Anda termasuk Domba atau Kambing

"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku" Yohanes 10:27

Pada akhir zaman Tuhan Yesus akan memisahkan domba dengan kambing. Kambing adalah gambaran orang-orang fasik yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, sedangkan domba adalah gambaran orang-orang benar (Mat. 25:31-46). Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita adalah domba dan bukannya kambing? Mari kita lihat ciri-ciri domba:

Pertama, domba mendengar suara Gembala.
Banyak buku ditulis dengan judul: Bagaimana mendengarkan suara Tuhan? Rupanya banyak orang kristen yang sulit mendengarkan suara Tuhan. Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama. Benarkah bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh berbicara kepada kita? Ya, Tuhan berbicara kepada kita setiap hari. Yang menjadi masalah adalah telinga kita yang tuli! Allah adalah Roh. Jadi untuk mendengar suara Tuhan kita harus mempertajam telinga rohani kita. Salah satu cara Alkitabiah untuk peka terhadap suara-Nya adalah dengn "Beribadah dengan Tuhan dan berpuasa" (kis. 13:2). Sebab setelah mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, Roh kudus berkata-kata kepada mereka. Jadi dengan beribadah -termasuk memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan merenungkan firman Tuhan- dan berpuasa Anda akan mendengar suara Tuhan.

Kedua, Yesus mengenal domba-domba-Nya.
Tidak dapat disangkal bahwa hanya domba yang taat dan melakukan firman Tuhan akan dikenal Tuhan. Mereka adalah para pelaku firman. Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Tuhan dan melakukan kehendak Bapa (Mat. 7:21-23)

Ketiga, domba mengikuti sang Gembala.
Mengikuti kristus bukan sekedar pergi ke gereja saja, tetapi menjadi sama seperti Kristus. Dunia dapat saja menjadi pengikut salah satu artis atau penyanyi dunia. mereka begitu fanatik sampai-sampai semua aksesoris yang dikenakan si artis diikutinya pula. Lebih parah lagi, dandanan rambutnya, model baju, sampai gaya bicara dicontoh pula. Sebenarmnya ini pula yang Tuhan kehendaki bagi gereja-Nya. Apa yang Yesus lakukan kita juga harus mencontohnya. Belas kasihan-Nya kepada orang-orang tertindas, semangat-Nya memberitakan Injil, kemurahannya kepada orang-orang lemah, penghiburan-Nya kepada orang-orang sengsara, dan kerinduannya melihat semua orang diselamatkan, itulah yang wajib kita teladani.

14 Maret 2008

KISAH ARLOJI YANG HILANG

Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.

Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.

“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.

“Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.

Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6). ”

13 Maret 2008

Belajarlah menulis kesalahan orang lain diatas pasir...

Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir; HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.

Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.

Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?” Temannya sambi l tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”

Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan pasangan, suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll,karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Manfaat positif dari continuous relationship mungkin sekali jauh lebh besar ketimbang kekecewaan masa lalu. Nobody’s perfect.
Belajarlah menulis di atas pasir.