<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230</id><updated>2011-04-22T10:32:17.079+07:00</updated><title type='text'>Renungan Harian FTI</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>29</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-1110732966772575430</id><published>2008-04-28T13:01:00.000+07:00</published><updated>2008-04-28T13:03:28.266+07:00</updated><title type='text'>Kristen KTP kah anda ???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;em&gt;"Demikian jugalah kamu, di sebelah luar kamu tampaknya benar di mata orang, tetapi di sebelah dalam kamu penuh kemunafikan dan kedurjanaan."&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernah mendengar Kristen KTP? Ada beberapa teman yang pernah berkata demikian ketika ditanya mereka berjemaat dimana. "ah, itu KTP aja kok.." Ketika ditanya kenapa ada istilah KTP itu, mereka cuma nyengir dan mengeluarkan berbagai macam alasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sadar atau tidak, ada banyak juga orang yang bukan sekedar kristen KTP. Ada banyak diantara kita yang tampil benar jika dilihat dari luar. Mereka rajin ke gereja, mereka seolah2 taat, bahkan omongannya pun terdengar sangat alkitabiah. Mereka berusaha membuat kesan manis di mata orang, dan pintar menyembunyikan dosa2 mereka. Orang akan menyangka bahwa mereka ini orang yang takut akan Tuhan, tapi dibalik itu semua, mereka hanyalah aktor2 spiritual yang sebenarnya tidak pernah mengakui dosa2 mereka, malah masih berbuat dosa terus menerus dgn sengaja. Kekristenan bagi mereka hanyalah sebagai simbol, yang bisa memberikan sebentuk keuntungan duniawi. Katakan misalnya, supaya tidak dimarahi orang tua, supaya dianggap calon menantu yang baik, mengambil hati pacar, supaya terlihat alim di mata teman2 dan lingkungan, dan lain2. Ya, diluar mereka tampak alim dan benar, tapi didalam mereka menyimpan banyak kebusukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita bisa menipu orang, tapi kita tidak bisa menipu Yesus. Tuhan menguji hati, dan tidak peduli dgn penampilan luar kita. Ketika dalam Yesus ada begitu banyak berkat, ada sukacita, ketika Yesus dapat menjadi sahabat setia yang memastikan kita tidak pernah berjalan sendirian, dan terutama ketika didalam Yesus ada keselamatan dan kemenangan, buat apa sebentuk kepura2an yang sifatnya sementara? Mari kita ijinkan Tuhan untuk memeriksa hati kita, apakah kita sudah memiliki komitmen untuk percaya sepenuhnya dan menerima Yesus sebagai juru selamat kita. Berhentilah menjadi Kristen KTP, yang tidak memberikan manfaat apa2, tapi jadilah pengikut Tuhan Yesus, dan terimalah segala keselamatan, damai, berkat dan sukacita secara nyata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Kepura2an tidak memberikan apapun, tapi menjadi orang benar memberikan segalanya.&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-1110732966772575430?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/1110732966772575430/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=1110732966772575430' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/1110732966772575430'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/1110732966772575430'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/kristen-ktp-kah-anda.html' title='Kristen KTP kah anda ???'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-2670735106653341293</id><published>2008-04-23T14:43:00.000+07:00</published><updated>2008-04-23T14:44:46.766+07:00</updated><title type='text'>Sabar dan Bodoh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar. Spontan si terhukum protes.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!"&lt;br /&gt;Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah. Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa saya ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang sebenarnya tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar.                                                            &lt;/div&gt;&lt;table style="text-align: left; margin-left: 0px; margin-right: 0px;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0" width="87%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;                   &lt;td valign="top" width="54"&gt; &lt;/td&gt;                   &lt;td class="articleDesc"&gt; &lt;/td&gt;                 &lt;/tr&gt;                 &lt;tr&gt;                   &lt;td valign="top"&gt; &lt;/td&gt;                   &lt;td class="articleDesc"&gt;{sumber : Surat kabar thailand}&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-2670735106653341293?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/2670735106653341293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=2670735106653341293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2670735106653341293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2670735106653341293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/sabar-dan-bodoh.html' title='Sabar dan Bodoh'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-7568917546753899041</id><published>2008-04-17T13:42:00.000+07:00</published><updated>2008-04-17T13:44:01.399+07:00</updated><title type='text'>belajar untuk selalu mengucap syukur</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="storycontent"&gt;          &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda tinggal di rumah yang baik, memiliki cukup makanan dan dapat membaca …anda adalah bagian dari kelompok terpilih.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda bangun pagi ini dan merasa sehat ..anda lebih beruntung dari jutaan orang yang mungkin tidak akan dapat bertahan hidup minggu ini.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda tidak pernah merasakan bahaya perang, kesepian karena dipenjara,kesakitan karena penyiksanaan, atau kelaparan ..anda berada selangkah lebih maju dibandingkan 500 juta orang di dunia.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda dapat menghadiri pertemuan politik atau keagamaan tanpa Merasa takut akan dilecehkan, ditangkap, disiksa, atau mati ..anda beruntung, karena lebih dari 3 milyar orang di dunia tidak dapat melakukannya.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt; &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda memiliki makanan di lemari pendingin, baju-baju di lemari pakaian, dan memiliki atap yang menaungi tempat anda beristirahat ..anda lebih kaya dari 75% penduduk di dunia ini.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda memiliki uang di bank, di dompet, dan mampu membelanjakan sebagian uang untuk menikmati hidangan di restoran ..anda merupakan anggota dari 8% kelompok orang-orang kaya di dunia.&lt;/p&gt;        &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika orang tua anda masih hidup &amp;amp; menikmati kebahagiaan kehidupan pernikahan mereka …maka anda termasuk salah satu dari kelompok orang yang dikategorikanlangka.&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda mampu menegakkan kepala dengan senyuman dibibir dan merasa benar-benar bahagia …anda memiliki keistimewaan tersendiri, karena sebagian besar orang tidak memperoleh kenikmatan tersebut.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Jika anda dapat membaca pesan ini……anda baru saja menerima karunia ganda, karena seseorang memikirkan anda, dan anda jauh lebih beruntung dibandingkan lebih dari 1 milyar orang yang tidak dapat membaca sama sekali Semoga anda menikmati hari yang indah ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"&gt;Hitunglah karunia keberuntungan anda, dan sampaikan hal ini kepada orang lain untuk mengingatkan bahwa sebenarnya, kita adalah orang-orang yang sangat beruntung.&lt;/p&gt;    &lt;p class="MsoNormal"&gt;Dengan bersyukur, anda akan lebih menikmati hidup yang hanya sebentar ini.&lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-7568917546753899041?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/7568917546753899041/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=7568917546753899041' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7568917546753899041'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7568917546753899041'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/belajar-untuk-selalu-mengucap-syukur.html' title='belajar untuk selalu mengucap syukur'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-5232048371023541238</id><published>2008-04-15T09:17:00.000+07:00</published><updated>2008-04-15T09:21:34.406+07:00</updated><title type='text'>kasih Orang Tua yang GRATIS</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="storycontent"&gt;    &lt;p&gt;Pada suatu sore yang cerah, seorang anak menghampiri ibunya di dapur yang sedang menyiapkan makan malam ,dan ia menyerahkan selembar kertas yang selesai dia tulis. Si ibu tersenyum menyambut kertas itu, dan setelah mengeringkan tangannya dengan celemek, ia membacanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan inilah tulisan si anak itu:&lt;br /&gt;Untuk memotong rumput minggu ini Rp. 7.500,00&lt;br /&gt;Untuk membersihkan kamar minggu ini Rp. 5.000,00&lt;br /&gt;Untuk pergi ke toko menggantikan Mama Rp. 10.000,00&lt;br /&gt;Untuk menjaga adik waktu Mama belanja Rp. 15.000,00&lt;br /&gt;Untuk membuang sampah setiap hari Rp. 5.000,00&lt;br /&gt;Untuk raport yang bagus Rp. 25.000,00&lt;br /&gt;Untuk membersihkan dan menyapu halaman Rp. 12.500,00&lt;br /&gt;Total jumlah hutang Rp. 80.000,00&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Si ibu memandang anaknya yang berdiri di situ dengan penuh harap, dan berbagai kenangan terlintas dalam pikiran ibu itu. Kemudian ia mengambil pulpen, membalikkan kertasnya, dan menulis:&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk sembilan bulan ketika Mama mengandung kamu selama kamu tumbuh dalam perut Mama, GRATIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk semua malam ketika Mama menemani kamu, mengobati kamu, dan mendoakan kamu, GRATIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk semua saat susah, dan semua air mata yang kamu sebabkan selama ini, GRATIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk semua malam yang dipenuhi rasa takut dan untuk rasa cemas di waktu yang akan datang, GRATIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Untuk mainan, makanan, baju, dan juga menyeka hidungmu, GRATIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Anakku, dan kalau kamu menjumlahkan semuanya, harga cinta sejati Mama adalah GRATIS.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah selesai membaca apa yang ditulis ibunya, ia menatap wajah ibunya dan berkata: “Ma, aku sayang sekali pada Mama”. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan kemudian ia mengambil pulpen dan menulis dengan huruf besar-besar: “LUNAS”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Apakah menurutmu ini cerita yang indah?&lt;br /&gt;Jika ya, kabarkanlah pada semua orang, bahwa orang yang paling mencintainya, selalu ada di dekatnya: SEORANG IBU. &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-5232048371023541238?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/5232048371023541238/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=5232048371023541238' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5232048371023541238'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5232048371023541238'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/kasih-orang-tua-yang-gratis.html' title='kasih Orang Tua yang GRATIS'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-1154642895847630149</id><published>2008-04-14T08:25:00.002+07:00</published><updated>2008-04-14T08:34:25.098+07:00</updated><title type='text'>Sabar itu Indah lho...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan; orang yang menguasai dirinya melebihi orang yang merebut kota."&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;(Amsal 16: 32)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sabar ?? susah ?? ngak juga tuh...&lt;br /&gt;emang sih edi jamannya era globalisasi ini, banyak merubah sifat orang dimana setiap orang pasti menginginkan proses yang cepat dimana dapat memudahkan hidup manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;Salath satu akibatnya ??? ya otomatis bermunculah budaya-budaya instan , budaya yang membuat orang ingin selalu merasa serba cepat dan mudah.&lt;br /&gt;Dan ternyata buday yang instan in akan membuat manusia itu sendiri menjadi manusia  yang tidak sabaran!! contoh kecilnya : lihatlah dijalan raya  salatiga kalo udah jam 6:30 - 07.00 pagi , dimana hampir semua mobil, motor menjadi "cerewet" klakson bergantian berbunyi, bahkan sampai-sampai ada yang melanggar lalu lintas. so dilihta dari contoh kecil ini saja , kita dapt melihat bahwa ternyata kesabaran menjadi sebuah karakter yang langka pada saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara tentang kesabaran, penulis Amsal, pertama, mengungkapkan bahwa orang yang sabar melebihi seorang pahlawan. Mari kita lihat keistimewaan yang dimiliki seorang pahlawan, yaitu mempunyai mental baja; tidak gampang menyerah; berusaha keras untuk sesuatu yang diperjuangkannya. Karena itu sabar akan membuat orang bertahan hidup, menyelesaikan masalahnya tanpa harus patah semangat atau putus asa. la juga akan berpikir panjang dan dengan sabar dan setia belajar mengenali kehendak Allah. la menjadi semakin dekat dengan Allah dan menjadi orang yang bijaksana dalam situasi apapun. Inilah salah satu dampak yang indah dari kesabaran.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Kedua, penulis Amsal menyamakan seorang yang sabar dengan orang yang menguasai diri. la ungkapkan bahwa orang yang menguasai diri melebihi seorang yang merebut kota. Keistimewaan perebut kota dalam peperangan yaitu ia mempunyai penguasaan diri yang sangat baik. Ia tidak terburu nafsu ingin segera merebut kota sebelum menyelidiki benar-benar situasi kota yang ingin dikuasainya. Selain itu ia adalah orang yang jeli membaca situasi. Orang sabar mempunyai penguasaan diri yang sangat baik. Ia tahu bagaimana harus bertindak dalam mengatasi persoalan dan menghadapi orang lain tanpa harus dikuasai oleh emosi atau situasi. Ia selalu mencari jalan keluar yang sama-sama menang. Coba kita bayangkan persoalan keluarga atau apapun juga akan cepat selesai apabila anggota keluarga yang sedang berselisih mau bersabar. Kemarahan tidak dibalas dengan kemarahan lagi, tapi ditanggapi dengan tenang. Betapa indahnya kesabaran itu, mampu menyelesaikan persoalan yang rumit!&lt;br /&gt;Karakter kesabaran adalah buah Roh Kudus. Roh Kudus ada dalam hidup kita sebagai orang percaya. Sebenarnya karakter kesabaran ini pun sudah ada dalam diri kita, tinggal kita berusaha memunculkan karakter ini dalam hidup sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena itu teruslah meminta pertolongan Roh Kudus dan terus mengasah kesabaran. Mem ang susah mungkin, tapi jika kita mencoba untuk melakukannya setiap hari, niscaya pasti sabar itu gampang dilakukan kok n ada juga yang bialan kalo ternyata sabar itu indah, loh&lt;/p&gt;TUHAN memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;( ant )&lt;br /&gt;  &lt;!-- Add any closing HTML tags to customize the body --&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-1154642895847630149?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/1154642895847630149/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=1154642895847630149' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/1154642895847630149'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/1154642895847630149'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/sabar-itu-indah-lho.html' title='Sabar itu Indah lho...'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-8395786129091105324</id><published>2008-04-11T08:55:00.001+07:00</published><updated>2008-04-11T08:55:50.860+07:00</updated><title type='text'>Renungkanlah ....</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: left;"&gt;Bila tak seorang pun berbelas kasih pada&lt;br /&gt;kesulitan anda.Atau, tak ada yang mau&lt;br /&gt;merayakan keberhasilan anda. Atau tak seorang&lt;br /&gt;pun bersedia mendengarkan, memandang,&lt;br /&gt;memperhatikan apa pun pada diri anda. Jangan&lt;br /&gt;masukkan ke dalam hati. Manusia selalu&lt;br /&gt;disibukkan oleh urusannya sendiri. Manusia&lt;br /&gt;kebanyakan mendahulukan kepentingannya&lt;br /&gt;sendiri. Anda tak perlu memasukkan itu ke dalam&lt;br /&gt;hati. Karena hanya akan menyesakkan dan&lt;br /&gt;membebani langkah anda. Ringankan hidup anda&lt;br /&gt;dengan memberi pada orang lain. Semakin banyak&lt;br /&gt;anda memberi semakin mudah anda memikul&lt;br /&gt;hidup ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdirilah di depan jendela. Pandanglah keluar.&lt;br /&gt;Tanyakan pada diri sendiri, apa yang bisa anda&lt;br /&gt;berikan pada dunia ini. Pasti ada alasan kuat&lt;br /&gt;mengapa anda hadir di sini. Bukan untuk&lt;br /&gt;merengek atau meminta dunia menyanjung anda.&lt;br /&gt;Keberadaan anda bukan untuk kesia-siaan.&lt;br /&gt;Bahkan seekor cacing pun dihidupkan untuk&lt;br /&gt;menggemburkan tanah. Dan, sebongkah batu&lt;br /&gt;dipadatkan untuk menahan gunung. Alangkah&lt;br /&gt;hebatnya anda dengan segala kekuatan yang tak&lt;br /&gt;dimiliki siapapun untuk mengubah dunia. Itu hanya&lt;br /&gt;terwujud bila anda mau memberikannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-8395786129091105324?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/8395786129091105324/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=8395786129091105324' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/8395786129091105324'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/8395786129091105324'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/renungkanlah.html' title='Renungkanlah ....'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-2250948996028159632</id><published>2008-04-10T15:54:00.000+07:00</published><updated>2008-04-10T15:56:10.723+07:00</updated><title type='text'>Berdoalah senantiasa</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold; font-style: italic;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;“Mintalah, maka akan diberikan kepadamu; carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu"&lt;br /&gt;(Matius 7:7)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kerap kita melihat orang berdoa dengan teriakan yang Iantang "memerintah" Tuhan untuk menyembuhkan sakit penyakit seseorang atau "memerintahkan" Tuhan secara paksa agar pada saat itu berkat-Nya diberikan. Padahal Tuhan adalah pemilik segala kuasa dan kita selayaknya menaruh hormat kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kalau kita minta kepada Tuhan dengan kalimat perintah, lalu siapakah sebenarnya kita ini? Apakah kita lebih berkuasa dari Tuhan, sehingga dengan seenaknya memerintah Tuhan untuk berbuat begini atau begitu. Kita harus menyadari kedudukan kita sebagai orang-orang berdosa, yang telah diselamatkan oleh darah pengorbanan Yesus Kristus, sehingga boleh berkomunikasi dengan Tuhan melalui doa-doa yang kita panjatkan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Oleh karena itu kalau kita meminta sesuatu kepada Tuhan melalui doa kita, hendaknya disampaikan dengan penuh hormat, sopan, lemah-lembut dan mengakui akan kuasa-Nya yang menguasai hidup kita. Dalam doa kita boleh menyampaikan segala hal yang kita pikirkan, alami, rasakan, inginkan, dan segala hal yang berkaitan dengan hidup kita atau hidup orang lain.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Masalahnya jika kita meminta sesuatu kepada Tuhan, apakah cukup disampaikan melalui doa-doa saja, lalu Tuhan akan memberikan apa yang kita minta? Tentunya tidak, secara jelas ayat diatas mengharuskan kita untuk berusaha juga, yaitu "....carilah, maka kamu akan mendapat; ketoklah, maka pintu akan dibukakan bagimu". Ini berarti Tuhan akan memberikan apa yang kita minta, apabila:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;1. Tuhan berkenan atas doa permintaan kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;2. Berdoa dengan benar dan sungguh-sungguh berserah kepada-Nya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;3. Kita berusaha dengan sungguh-sungguh untuk mewujudkan apa yang kita minta, tidak hanya menanti pemberian Tuhan secara cuma-cuma. Seringkali, apa yang kita minta baru diberikan oleh Tuhan setelah melalui pengujian atas iman kita dan diluar perhitungan akal budi kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Mari kita senantiasa memulai hidup kita setiap hari dan apa saja yang ingin kita lakukan dengan doa yang benar. Disamping itu hendaknya kita juga memanjatkan doa syafaat bagi orang lain, bangsa dan negara kita. Dan jangan lupa senantiasa mengucap syukur atas hidup dan apa yang telah kita lakukan, baik yang berhasil maupun yang gagal, karena hidup kita ada di dalam rancangan-Nya. (Basuki Arlijanto)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-2250948996028159632?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/2250948996028159632/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=2250948996028159632' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2250948996028159632'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2250948996028159632'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/berdoalah-senantiasa.html' title='Berdoalah senantiasa'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-7525353427511952285</id><published>2008-04-08T09:36:00.000+07:00</published><updated>2008-04-08T09:37:57.483+07:00</updated><title type='text'>STOP berkata dusta</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Karena itu buanglah dusta dan berkatalah benar seorang kepada yang lain, karena kita adalah sesama anggota.                                                                                     Efesus 4:25&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan April datang !!! tanggal 1 april biasanya di seluruh dunia seakan-akan “merayakan april mop” ato kalo saya pribadi bilang “hari boleh bohong sedunia” ini mungkin lho... tapi kalo kita bisa jeli n kritis ngelihat hari itu, pasti kita tahu yang mencetuskan ato yg ada dibelakang hari april mop ini adalah si Iblis !! setuju nggak ??? kok bisa ?? ya jelas bisa aja... karna “mungkin” pas APRIL MOP itu kita dengan bebas “berbohong” dan ”mengerjani” orang, dimana tindakan ato perkataan kita itu malah membuat kita jatuh kedalam dosa.&lt;br /&gt;Tapi,mungkin kita bisa membela diri dan bahkan bisa bilang, “aku kan cuman main-main, masak aku buat dosa”, kalo sampai kita bisa bilang seperti itu dan masih juga membela diri kita yg jelas-jelas udah berbohong atau berkata dusta,  mungkin kita harus kembali baca Alkitab kita deh... dimana dusta itu adalah DOSA.&lt;br /&gt;Ato kita pernah mempunyai anggapan bahwa berdusta demi kebaikan, berdusta demi menolong orang adalah berbuat baik.&lt;br /&gt;Itu adalah anggapan yang SALAH !! karna bagi Tuhan yang namanya dusta tetaplah dusta. Dan yang namanya dusta adalah dosa.&lt;br /&gt;Dalam Yakobus 3 :14 dikatakan bahwa berdusta itu melawan kebenaran,” Sebab dusta itu bukanlah hikmat yang datang dari Tuhan, tapi dari dunia, dari nafsu manusia, dari setan-setan” (Yakobus 3:15).&lt;br /&gt;Jelaslah bagi kita orang Kristen harus sadar akan bahayanya dusta itu. Lebih baik berterus terang dari pada berdusta. Mungkin dalam berterus terang itu akan mengorbankan harga diri, atas kesalahan atau kelalaian kecil yang kita perbuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi itu lebih bernilai dihadapan Tuhan dari pada menumpuk dusta yang kian subur yang ada dalam diri kita yang pada akhirnya akan menjadi bumerang dihadapan Tuhan.. Dan akibatnya kita akan mendapat murka Allah, dan kebinasaan akan menyertainya.&lt;br /&gt;Bagi orang Kristen kebiasaan yang berkonotasi negatif itu harus dihindarkan. Karena cepat atau lambat kebiasaan dusta dan bohong itu akan meracuni diri kita sendiri yang berakibat fatal, terlebih dalam hubungan kita dengan Tuhan. Salah satu penghambat dalam doa kita kepada Tuhan adalah dusta.  Seringkali kita berdusta, dan akan mengakibatkan kita ketagihan. Jika ketagihan itu menjadi tuntutan, akan sulit melepaskannya, karena telah menggerogoti rohani kita dan akhirnya kita akan terus terbelenggu dosa hanya karena DUSTA.&lt;br /&gt;Def-ers mungkin sudah saatnya kita belajar berkata benar walau mungkin sulit untuk mengawalinya, tapi percayalah itu lebih baik dari pada harus berkata dusta atau bohong yang nantinya akan membawa kita jatuh kedalam kebinasaan.&lt;br /&gt;Berkata benar dan jujur adalah berkata yang sesungguhnya dan sebenar-benarnya, artinya apa yang dikatakan sesuai hati nuraninya dan pemikirannya. Berkatalah dengan sewajarnya dan sesungguhnya.&lt;br /&gt;Mungkin pada awalnya kita akan mengalami kesulitan untuk dapat berkata jujur, tapi jika terus-menerus mencoba dan berbuat serta di dikuatkan didalam doa kita setiap hari, niscaya kita akan berubah menjadi lebih baik, tidak ada rasa takut lagi yang mendera kita karena buah kebohongan kita.&lt;br /&gt;Itulah sebabnya firman Tuhan mengatakan, jika "Ya" katakan "Ya" dan jika "Tidak" katakan "Tidak". Jangan ada dusta di antara kita. Jujurlah satu dengan yang lain.&lt;br /&gt;Jika kita ingin doa kita didengar, jadilah orang yang jujur. Karena Alkitab mengatakan, doa orang yang jujur dikenal-Nya.&lt;br /&gt;Stop berkata DUSTA dan katakanlah kebenaran !&lt;br /&gt;TUHAN memberkati.                 ( ant)&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-7525353427511952285?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/7525353427511952285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=7525353427511952285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7525353427511952285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7525353427511952285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/stop-berkata-dusta.html' title='STOP berkata dusta'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-2886318868891287839</id><published>2008-04-07T13:51:00.002+07:00</published><updated>2008-04-07T13:52:51.884+07:00</updated><title type='text'>KeBENARan dan PemBENARan ?? apa sih  tu ??</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;Anak-anakku, janganlah membiarkan seorang pun menyesatkan kamu. Barangsiapa yang berbuat kebenaran adalah benar, sama seperti Kristus adalah benar," (I Yohanes 3: 7)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Seorang atasan menyampaikan kepada bawahannya, "Si A itu orang yang sulit diatur, selalu saja mengabaikan perintah, dalam bekerja&lt;br /&gt;seringkali membuat kesalahan, lama-lama bisa saya PHK". Bawahannya yang diajak bicara menimpali, "Saya sependapat dengan Bapak, memang&lt;br /&gt;dia itu bandel dan kurang cermat kerjanya", Namun ketika bertemu dengan teman-temannya, bawahan tadi mengatakan, "Enak saja si Bos itu, menilai orang sesuka hatinya, masa si A dikatakan sebagai orang yang sulit diatur, sebab sering mengabaikan perintah, seringkali membuat kesalahan. Padahal masalahnya kan ada pada si Bos sendiri; cara kerja&lt;br /&gt;dia yang tidak terencana, mau menang sendiri dan semuanya minta serba cepat selesai". Sikap atasan dan bawahan yang demikian inilah yang sering kita jumpai dalam interaksi antar manusia.&lt;br /&gt;Dari ilustrasi di atas, sikap atasan tersebut hanya berdasarkan sudut pandang, hak dan kekuasaannya saja. Nampaknya dia hanya&lt;br /&gt;bertumpu pada apa yang dia lihat dan rasakan berkaitan dengan kepentingannya. Cara pandang demikian ini adalah sikap pembenaran&lt;br /&gt;bukan "menegakkan kebenaran", Karena dia hanya melihat dari satu sisi saja. Sedangkan sikap bawahan tadi adalah sikap oportunis. Dia&lt;br /&gt;tidak berani mengambil resiko untuk "menyampaikan pandangannya" kepada si Bos. Hanya berani "mengomel" kepada sesama bawahan saja.&lt;br /&gt;Sikap inipun adalah sikap pembenaran atas cara pandang dia dalam menghadapi suatu masalah.&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan kebenaran yang ingin kita tegakkan,sebagaimana telah diteladankan oleh Tuhan Yesus Kristus sendiri? Untuk menegakkan kebenaran, dibutuhkan integritas yang tinggi, yang tidak lebih dari kejujuran. Kejujuran untuk mengatakan kebenaran atau dengan&lt;br /&gt;kata lain menyesuaikan kata-kata kita dengan realitas. Integritas adalah memperlakukan semua orang dengan perangkat prinsip yang sama. Pada&lt;br /&gt;mulanya orang mungkin tidak menghargai pengalaman konfrontasi yang jujur, yang mungkin menghasilkan integritas. Konfrontasi membutuhkan&lt;br /&gt;keberanian besar, dan banyak orang lebih senang mengambil jalan yang paling aman, mengkritik, mengkhianati kepercayaan, atau berpartisipasi&lt;br /&gt;dalam gosip tentang orang lain di belakang punggung mereka. Integritas juga berarti menghindari komunikasi apapun yang menipu, dan penuh akal bulus.Marilah kita melakukan refleksi dan koreksi din.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192); font-style: italic;"&gt;Sumber : sahabatsurgawi.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-2886318868891287839?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/2886318868891287839/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=2886318868891287839' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2886318868891287839'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2886318868891287839'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/kebenaran-dan-pembenaran-apa-sih-tu.html' title='KeBENARan dan PemBENARan ?? apa sih  tu ??'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-5544303461392848285</id><published>2008-04-03T11:46:00.000+07:00</published><updated>2008-04-03T11:47:08.895+07:00</updated><title type='text'>Tuhan Menjawab Doa</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Ada seorang tentara Amerika yang melayani Tuhan berdiri di pinggir jalan untuk mencari tumpangan ke kota Chicago di Illinois. Sebenarnya perbuatan "hitchhiking" ini melanggar hukum dan sangat berbahaya, tetapi tidak ada alternatif lain bagi tentara ini kecuali melakukan hal itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiba-tiba sebuah limousine (mobil Cadillac panjang yang pintunya di tiap sisi ada empat buah itu) warna hitam menghampiri tentara itu dan memberikan tumpangan. Tentara dan pemilik limousine tersebut saling berkenalan (siapa namanya, asalnya dari mana, kerja di mana, dsb) dan tiba-tiba Roh Kudus membisikkan dalam hati tentara ini untuk membagikan berita mengenai keselamatan di alam Kristus kepada pemilik limousine ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara itu menolak bisikan Roh tersebut, karena pikirnya, masakan saya habis melanggar hukum tiba2 memberitakan Kristus, dan terlebih lagi karena tentara ini TAKUT dipukuli pemilik limousine ini dan diturunkan di tengah jalan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi bisikan Roh Kudus tersebut sedemikian kuat sehingga tentara ini tidak tahan lagi dan berkata kepada pemilik limousine ini, "Pak... boleh nggak saya menanyakan masalah pribadi?" "Oh, boleh saja," jawab Bapak ini, "Pertanyaan apa?" "Kalau misalnya Bapak meninggal dunia besok pagi, Bapak kira-kira akan masuk surga atau masuk neraka?" "Kamu tahu nggak?" jawab Bapak ini, "Sesaat sebelum saya memberimu tumpangan, saya juga tiba-tiba memikirkan hal itu, dan saya pikir kalau saya mati besok, saya akan masuk neraka." "Bapak mau nggak saya beritahu caranya masuk surga?" tanya tentara ini. "Oh, tentu saja mau," jawab Bapak itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentara itu lalu mulai membagikan berita keselamatan mengenai Yesus Kristus dan menantang Bapak ini untuk menerima Yesus Kristus sebagai Tuhan dan Juruselamat pribadinya. Bapak itu bersedia menerima Yesus, dan ia menghentikan mobilnya di pinggir jalan dan mengajak tentara itu membimbing dia berdoa untuk menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya. Air mata meleleh di pipi Bapak ini. Ia mengatakan, " kamu tahu nggak? Malam ini kamu sudah melakukan hal yang sangat besar bagi hidup saya, saya nggak akan pernah melupakan apa yang kamu sudah lakukan bagi hidup saya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya mereka melanjutkan perjalanan dan sesampai Chicago, ketika tentara ini mohon diri (turun dari mobil), Bapak itu memberikan satu kartu nama sambil berkata, "Ketahuilah... hari ini anda sudah melakukan hal yang sangat penting dalam hidup saya. Kapan-kapan kalau main ke Chicago hubungilah saya di alamat ini." dan tak lama kemudian mereka berpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu lima tahun sudah berlalu dan tentara ini kemudian kembali berkunjung ke kota Chicago, dan ia ingat akan kartu nama yang diberikan oleh Bapak pemilik limousine ini kepadanya. Tentara ini ingin tahu kabar mengenai Bapak tersebut, dan ia datang ke alamat yang tertera di kartu nama tersebut, dan ia sampai ke sebuah gedung pencakar langit kantor pusat sebuah perusahaan raksasa di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia memberikan kartu tersebut kepada satpam, dan satpam itu sangat terkejut dan bertanya, "Dari mana kamu dapatkan kartu ini?" Tentara itu menjawab, "Yang empunya kartu itu sendiri yang memberikannya kepada saya." sehingga satpam itu menjawab, "Kamu naik ke lantai paling atas, sampai sana belok kiri dan kamu tanya pada sekretaris yang ada di sana." Tentara itu naik ke lantai paling atas dan memberikan kartu nama itu kepada sekretaris &gt;yang ada di sana yang juga sangat terkejut, "Dari mana nda dapatkan kartu ini?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawab tentara itu, "Wah... panjang ceritanya... tapi beliau sendiri yang memberikannya kepada saya." "Bapak ini sekarang tidak ada di sini...apakah anda ingin bertemu dengan istrinya?" "Boleh", jawab tentara itu, dan ia dipertemukan dengan istri Bapak itu yang adalah Presiden Direktur dari perusahaan raksasa tersebut. "Dari mana kamu peroleh kartu ini?" tanya ibu (istri) tersebut. Tentara itu menceriterakan ihwal pertemuannya dengan Bapak itu dan bagaimana Bapak itu menerima Yesus sebagai penyelamatnya. Mendengar itu semua meledaklah tangis Ibu tersebut. Ia menceriterakan bahwa tak lama sesudah menurunkan tentara itu, limousine tersebut memperoleh kecelakaan yang sangat fatal yang menewaskan Bapak tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu itu mengatakan bahwa bertahun-tahun ia berdoa supaya suaminya diselamatkan, dan ia mengira bahwa suaminya meninggal tanpa diselamatkan, sehingga ia begitu marah kepada Tuhan dan meninggalkan gereja dan pelayanannya. Apa yang dilakukan oleh tentara itu adalah hal yang paling penting yang pernah terjadi dalam hidup Bapak itu, tetapi hal yang tidak kalah penting lagi ialah CARA Allah mengabulkan doa ibu itu. Ibu itu sadar bahwa Allah BEKERJA di dalam doa2 yang disampaikannya TANPA memberitahu Ibu tersebut bahwa doanya TELAH DIKABULKAN TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini kita bisabelajar: HARUSKAH Tuhan itu memberitahu kita apabila Ia bekerja dalam rangka mengabulkan doa-doa kita? TIDAKKAH mata iman kita itu bisa melihat bahwa di balik doa yang SEPERTINYA tidak dikabulkan oleh Tuhan itu, TERNYATA Tuhan bekerja untuk mengabulkan doa2 kita? Sedemikian cepatnyakah kita MENUDUH bahwa Tuhan itu tidak setia, Tuhan itu berbohong, Tuhan itu tidak menjawab doa-doa kita, dan Tuhan itu tidak berkenan atas doa-doa kita? HARUSKAH Allah itu mengabulkan doa kita dengan cara yang SESUAI dengan cara yang kita sodorkan kepada Tuhan? Apakah kita sudah sedemikian "dijangkiti" oleh "doa instan" yang "harus dikabulkan hari ini juga", "harus dikabulkan tahun ini juga" dan lain sebagainya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;On Eagle's Wings&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-5544303461392848285?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/5544303461392848285/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=5544303461392848285' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5544303461392848285'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5544303461392848285'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/tuhan-menjawab-doa.html' title='Tuhan Menjawab Doa'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-905086637775475302</id><published>2008-04-02T09:01:00.000+07:00</published><updated>2008-04-02T09:02:56.610+07:00</updated><title type='text'>Emosi ???? NO way.....</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;"&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Orang yang sabar melebihi seorang pahlawan, orang yang menguasai dirinya, melebihi orang yang merebut kota."&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;(Amsal 16 : 32)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Tidak jarang hal-hal yang sepele dalam kehidupan ini, menjadi sebab timbulnya sebuah masalah besar, hanya karena manusia tidak pandai mengendalikan emosi. Emosi kerap bak bara kecil yang dapat menyulut kebakaran hutan besar, seperti yang hampir setiap tahun terjadi di hutan-hutan kita. Diberitakan di koran baru-baru ini, ada seorang penjual nasi goreng yang ditembak oleh seorang pelanggannya, karena tidak sabar menunggu pesanannya disajikan. Rasanya sulit dicerna oleh nalar sehat, namun itulah yang terjadi. Ada lagi peristiwa di Aceh, tiga prajurit TNI diadili karena telah menganiaya warga desa Lawang - Bireun dan mereka mengakui perbuatannya yang emosional karena merasa pertanyaan yang diajukan mereka tidak mendapat respon sebagaimana yang diharapkan. Masih banyak lagi contoh-contoh lainnya bahkan tidak mustahil mungkin merupakan pengalaman hidup pribadi kita.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Supaya hidup ini tidak didikte oleh emosi, kita perlu senantiasa melatih diri menggunakan akal budi kita sehingga kita bisa memiliki kesabaran yang memadai dan memiliki sifat pemaaf, seperti kata firmanNya: "Akal budi membuat seseorang panjang sabar dan orang itu dipuji karena memaafkan pelanggaran" (Ams. 19:11); dan tentunya yang lebih penting lagi kita harus senantiasa memohon bimbingan, pengendalian serta arahan Roh Kudus, supaya memperoleh hikmat dari Tuhan untuk menjalani hidup ini seturut dengan kehendak-Nya. Semoga hidup kita tidak lagi dikendalikan oleh nafsu dunia; iri hati, pementingan dirisendiri, memegahkan diri serta ketidakjujuran, melainkan oleh hikmat yang dari Tuhan; murni, suka berdamai, peramah dan penurut, yang membuat kita penuh belas kasihan dan menghasilkan perbuatan-perbuatan baik, tidak memihak dan munafik (Yak. 3:14-17).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Hamba-Nya, Martin Luther King Jr, seorang pejuang hak-hak sipil kaum Amerika-Afrika, mengatakan: "Science investigates; religion interprets. Science gives man knowledge, which is power; religion gives man wisdom which is control" (Ilmu pengetahuan meniliti; agama menafsirkan. Ilmu pengetahuan memberi manusia pengetahuan, yang merupakan kekuasaan; agama memberi manusia hikmat, yang merupakan pengendalian diri).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Semoga iman memberi hikmat kepada kita sehingga kita mampu mengendalikan diri kita dengan baik seturut dengan kehendak dan titahNya, dan emosi tidak lagi mendikte hidup kita. (Nik D. Adam)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192); font-style: italic;"&gt;sumber : sahabatsurgawi.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-905086637775475302?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/905086637775475302/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=905086637775475302' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/905086637775475302'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/905086637775475302'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/emosi-no-way.html' title='Emosi ???? NO way.....'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-5710466054369525111</id><published>2008-04-01T09:15:00.000+07:00</published><updated>2008-04-01T09:16:17.401+07:00</updated><title type='text'>Janji TUHAN</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sejak kecil, kedua orang tua mendidik saya untuk menepati janji. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mereka mengajarkan hal itu dengan cara memberi teladan terlebih dahulu. Akibatnya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;tiap kali orang tua atau siapa saja yang menjanjikan sesuatu kepada saya, saya tidak akan berhenti mengingatkan sampai mereka menepatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Beberapa waktu yang lalu, seorang teman menjanjikan sesuatu untuk saya. Setiap hari saya mengingatkan dia sampai akhirnya dia bosan sendiri dan memberikannya kepada saya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika saya melakukan itu, Tuhan mengingatkan saya, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Mengapa kamu tidak sedemikian gigihnya kepadaKu? Mengapa seringkali kamu kurang percaya kalau Aku tidak akan mengingkari janji yang telah Kubuat?"&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Banyak kali kita melakukan hal demikian kepada Tuhan. Kita berhenti berdoa setelah beberapa waktu doa kita belum juga dijawab. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kita kurang memercayai janji Tuhan untuk masa depan yang penuh dengan harapan, untuk kesembuhan atas sakit penyakit, untuk hidup berkelimpahan, dan banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tapi saat ini maukah Anda untuk mulai memercayai Tuhan, memberikan kendali atas seluruh hidup Anda kepada Tuhan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;untuk mengklaim semua janji yang telah diberikan Tuhan kepada Anda?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sama seperti seorang hakim yang akhirnya bosan karena janda yang terus menerus "menghantuinya" atas sebuah permintaan, &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuhan juga akan menjawab doa Anda ketika Anda tidak berhenti berdoa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuhan Yesus Memberkati&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192); font-style: italic;"&gt;sumber : renungan-harian-kita.blogspot.com&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-5710466054369525111?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/5710466054369525111/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=5710466054369525111' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5710466054369525111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5710466054369525111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/04/janji-tuhan.html' title='Janji TUHAN'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-7661445731094818485</id><published>2008-03-31T14:40:00.000+07:00</published><updated>2008-03-31T14:50:44.873+07:00</updated><title type='text'>Bibit Kacang Hijau Yang Tak Bertumbuh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Seorang teman mengirimkan kisah ini kepada saya dan tak diketahui dari mana asalnya. Dikisahkan bahwa sebuah perusahaan telekomunikasi di Italia sedang mencari satu tenaga teknis untuk menangani salah satu departemen dari perusahaan tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Begitu banyak yang datang melamar dan menjalani ujian tertulis. Namun sesudah ujian tertulis ini, semua peserta diberi pekerjaan rumah, setiap orang diberi semangkok bibit kacang hijau untuk disemayamkan. Dan setelah jangka waktu yang diberikan setiap orang harus membawa pulang bibit kacang hijau yang telah tumbuh segar ke perusahaan tersebut. Siapa yang berhasil merawat kacang yang tumbuh paling segar akan memperoleh posisi pekerjaan yang dikejar banyak orang karena memberikan jaminan gaji yang tinggi tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Setelah jangka waktu yang diberikan itu para peserta ujian kembali lagi ke perusahaan sambil membawa bibit kacang hijau yang telah bertumbuh segar menghijau. Setiap orang memamerkan hasil usaha mereka dan dalam hati berharap bahwa ia akan memperoleh posisi yang bagus tersebut. Nampak seketika bahwa team penilai akan sulit memutuskan siapa yang jadi pemenangnya karena semua membawa bibit kcang yang telah bertumbuh itu sama bagus dan sama segarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Setelah diabsensi ternyata satu orang tidak muncul di tengah para peserta. Sang manager perusahaan lalu menelpon pelamar yang tak hadir itu dan menanyakan alasan ketidak-hadirannya. Orang tersebut dengan penuh penyesalan serta rasa bersalah memberikan alasan ketidak-hadirannya saat ini. Ia mengatakan bahwa bibit yang diberikan itu hingga saat ini belum bertumbuh pada hal ia sudah berusaha memberi pupuk, memberi air yang cukup. Semua persyaratan yang dibutuhkan agar bibit kacang hijau bertumbuh subur telah dipenuhinya, namun anehnya, bibit tersebut seakan berkepala keras tak mau bertumbuh. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;"Aku berpikir bahwa aku pasti gagal untuk memperoleh posisi dalam perusahaan telekomunikasi ini. Karena itu saya memutuskan untuk tidak datang hari ini ke perusahaan bapa." Dan justru di saat ketika orang itu akan meletakan gagang telephonya, sang manager memberikan kata-kata yang sungguh di luar dugaannya; "Engkaulah satu-satunya yang diterima perusahaan kami. Profisiat!" Orang itu heran dan kaget tak percaya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Sesungguhnya, bibit kacang hijau yang dibagikan kepada para peserta tersebut adalah bibit yang telah diproses sehingga tak bisa bertumbuh lagi. Perusahaan akan dengan mudah mengetahui peserta mana yang jujur. Dan ternyata hanya seorang yang yang tak mampu membawa bibit kacang yang telah tumbuh. Dan dialah orang yang dipilih itu. "Inilah prinsip kami, nilai moral dalam pekerjaan lebih ditinggikan ketimbang keberhasilan dalam bekerja." Demikian sang manajer menjelaskan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Prinsip perusahaan ini mengingatkan aku akan kata-kata sang bijak; "Tujuan tak menghalalkan cara." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Comic Sans MS;font-size:85%;"&gt;Tarsis Sigho - Taipei&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-7661445731094818485?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/7661445731094818485/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=7661445731094818485' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7661445731094818485'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7661445731094818485'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/bibit-kacang-hijau-yang-tak-bertumbuh.html' title='Bibit Kacang Hijau Yang Tak Bertumbuh'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-2756337054176572419</id><published>2008-03-26T10:56:00.000+07:00</published><updated>2008-03-26T10:57:05.810+07:00</updated><title type='text'>Ketekunan</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;"Marilah kita menanggalkan semua beban dan dosa yang begitu merintangi kita dan berlomba dengan tekun dalam perlombaan yang diwajibkan bagi kita".&lt;br /&gt;(Ibrani 12: 1b)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;Kehidupan Kekristenan seringkali diibaratkan sebagai suatu perlombaan, dan setiap orang Kristen adalah atlit-atlitnya. Setiap perlombaan dapat diselesaikan dengan baik kalau pelarinya memiliki ketekunan. Sebab tanpa ketekunan, tujuan takkan pernah dicapai.&lt;br /&gt;Kadangkala kita menemui kegagalan dalam mencapai tujuan hidup. Yang menjadi penyebabnya antara lain sudut pandang dalam melihat kegagalan akan menentukan tercapainya tujuan. Kalau kita meIi hat kegagalan dari sudut pandang negatif, akan menimbulkan akar pahit. Namun kalau kita melihat kegagalan dengan positif akan memacu seseorang untuk lebih berhati-hati dan berusaha hidup lebih baik.&lt;br /&gt;Itu sebabnya muncul ungkapan-ungkapan penyemangat seperti "Kegagalan adalah sukses yang tertunda" atau "Kegagalan adalah ibu yang melahirkan kesuksesan". Sebagai anak Tuhan kita harus belajar melihat bahwa segala sesuatu ada hikmahnya, ada segi positifnya. Seperti yang ditulis oleh Rasul Paulus, "Allah turut bekerja sama dalam segala sesuatu untuk mendatangkan kebaikan bagi orang yang mengasihi Dia, yaitu bagi mereka yang terpanggil sesuai dengan rencana Allah" (Roma 8: 28)&lt;br /&gt;Bahkan kegagalan dapat juga menimbulkan buah kesuksesan, lantaran kegagalan menimbulkan ketekunan. Ambil contoh: Albert Einstein pernah berkata, "Aku berpikir dan berpikir 99 kali salah, namun yang ke 100 kali benar". Thomas Alfa Edison baru berhasil menemukan listrik setelah melakukan penelitian ribuan kali. Einstein dan Edison adalah contoh ketekunan yang berbuah manis.&lt;br /&gt;Hal yang menghambat ketekunan kita adalah beban problema yang belum kita tinggalkan atau tanggalkan. Pelari yang baik akan berlari dengan pakaian seringan mungkin, demikian pula dalam perlombaan iman. Beban dan dosa sekecil apa pun akan merupakan ancaman bagi ketekunan. Jangan pernah berpikir untuk menimbun beban karena pada gilirannya cuma akan menimbulkan akar pahit.&lt;br /&gt;Jangan seperti orang yang memikul tas ransel yang berat, dan setelah ia naik ke atas truk ia masih terus memikul beban ranselnya itu. Akibatnya ia tetap merasa berat dan lelah dengan bebannya itu.&lt;br /&gt;Solusinya hanya satu, menanggalkan beban Anda dengan mengimani bahwa beban dosa di pundak Anda telah terangkat oleh penebusan Kristus. (Tri Purwito)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192); font-style: italic;"&gt;sumber : sahabatsurgawi.net&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-2756337054176572419?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/2756337054176572419/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=2756337054176572419' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2756337054176572419'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2756337054176572419'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/ketekunan.html' title='Ketekunan'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-5292795561997730248</id><published>2008-03-25T09:36:00.001+07:00</published><updated>2008-03-25T09:38:24.889+07:00</updated><title type='text'>Telur Paskah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Banyak sekolah minggu dan taman kanak-kanak serta sekolah dasar kristen merayakan Paskah dengan berlomba mencari telur. Telur ayam atau telur itik yang sudah direbus dan dihias dengan aneka warna disembunyikan di antara semak di taman. Lalu anak-anak berlomba mencarinya. Ada juga perlombaan menghias telur. Telur itu diberi topi atau jenggot dan digambar menjadi badut berhidung merah atau tukang sulap bertopi tinggi dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="display: block;" id="formatbar_Buttons"&gt;&lt;span class="" style="display: block;" id="formatbar_JustifyFull" title="Justify Full" onmouseover="ButtonHoverOn(this);" onmouseout="ButtonHoverOff(this);" onmouseup="" onmousedown="CheckFormatting(event);FormatbarButton('richeditorframe', this, 13);ButtonMouseDown(this);"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kemudian pernahkah Anda perhatikan bahwa dikartu ucapan selamat paskah, biasanya selain gambar bunga ada juga gambar kelinci? Nah, apa hubungan Paskah dengan telur dan kelinci? Hubungan secara langsung sebenarnya tidak ada. Inilah latar belakang lahirnya tradisi merayakan Paskah dengan telur dan kelinci.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tradisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pada jaman abad-abad permulaan, di Inggris orang sudah mengenal Dewi Eostre (di Jerman: Dewi Austro) sebagai Dewi musim semi atau Dewi kesuburan dan perpanjangan hidup, yang kira-kira dapat dibandingkan dengan Dewi Sri di Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hari Paskah selalu jatuh di sekitar- hari-hari perayaan Dewi Eostre itu. Sebab itu lambat laun orang mengambil alih perayaan Dewi Oestre itu. Kata Inggris dan Jerman untuk Paskah yaitu Easter atau Ostern, diambil dari nama Dewi Eostre atau Austro itu. Juga kegiatan perayaan itu diambil alih dan diberi dengan isi yang baru.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagitulah telur yang semula adalah lambang cikal bakal kehidupan diambil alih menjadi lambang bangkitnya kehidupan. Kelinci yang semua adalah lambang kesuburan (karena dapat berkembang biak dengan cepat) diambil alih dan diberi arti paskah, yaitu lambang kehidupan yang berlimpah dalam kristus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagi orang di belahan bumi utara. Paskah bertepatan dengnan musim semi. Musim semi adalah musim yang memperlihatkan munculnya kembali kehidupan. Pohon-pohon yang selama musim gugur dan musim dingin menjadi gundul, kini mulai bertunas. Bunga mulai bermekaran. Binatang-binatang mulai keluar dari perlindungannya. kehidupan dimulai lagi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Demikianlah orang-orang kristen sejak jaman itu mengambil alih perayaan itu. Lambang telur dan kelinci pun diambil alih dan dijadikan lambang bahwa oleh kebangkitan kristus, hidup kita dimulai lagi secara baru untuk menjadi hidup yang bersemi dan berlimpah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Buka esensi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ingat, telur dan kelinci itu hanyalah aksesoris atau hiasan Paskah yang dipakai untuk membuat orang kristiani lebih mendalami arti paskah. Jangan sampai hal-hal yang aksesoris itu dikultuskan atau disembah, dan pengorbanan Kristus yang merupakan esensi Paskah justru dilupakan serta terlupakan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Selama lebih dari 100 tahun, anak-anak datang ke halaman gedung putih pada hari senin setelah Paskah, untuk ikut berburu telur paskah. Dengan begitu banyaknya acara yang berlangsung, muncul komersialisasi. Dan ironisnya, buka Tuhan Yesus yang ditonjolkan, melainkan telur dan kelinci Paskah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Hati-hati, kalau yang aksesoris itu pamornya melebihi yang esensi lebih baik ditinggalkan dan kembali fokus memberitakan esensi, yaitu Tuhan Yesus. Jangan sampai, ketika paskah tiba, kita menjadi sukacita, bukan karena memperingati kebangkitan yesus, melainkan menanti datangnya lomba mencari telur.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lebih jauh, rentang waktu yang lama membuat orang banyak mulai lupa dan menganggap remeh pengorbanan Yesus di kayu salib, bahkan ada yang menyebut peristiwa itu sebagai dongeng atau cerita kuno yang sangat dramatis dan menguras air mata.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tidak sedikit orang-orang Kristiani yang terharu dan menangis tersedu-sedu ketika melihat penayangan film penyaliban Kristus "Passion of the Christ", tetapi tidak memahami betapa Dia telah meniti jalan penderitaan untuk menebus dosa-dosa manusia, termasuk mereka yang menonton. "Dan dalam keadaan sebagai manusia, Ia telah merendahkan DiriNya dan taat sampai mati, bahkan sampai mati di kayu salib." (Filipi 2:8)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bagi banyak orang, paskah identik dengan telur yang akan dibagi-bagikan, tetapi sesungguhnya Paskah adalah kemenangan kristus, yang mengalahkan kuasa maut (kematian) melalui kebangkitanNya. Tanpa kebangkitanNya, iman Kristen menjadi sia-sia belaka. Tanpa kebangkitanNya maka kepercayaan kita kepadaNya tidak berarti apa-apa dan kita tetap akan mengalami kebinasaan karena dosa. Tetapi sebaliknya, karena kebangkitanNya kita sekarang memiliki pengharapan dan masa depan yang pasti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : Renungankita.blogspot.com&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-5292795561997730248?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/5292795561997730248/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=5292795561997730248' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5292795561997730248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/5292795561997730248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/telur-paskah.html' title='Telur Paskah'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-3279737304966090031</id><published>2008-03-24T12:18:00.000+07:00</published><updated>2008-03-24T12:23:08.667+07:00</updated><title type='text'>Setiap Langkah Adalah Anugerah</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="storycontent"&gt;    &lt;p&gt;Seorang profesor diundang untuk berbicara di sebuah basis militer pada tanggal 1 Desember. Di sana ia berjumpa dengan seorang prajurit yang tak mungkin dilupakan nya, bernama Ralph.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ralph yang dikirim untuk menjemput sang profesor di bandara. Setelah saling memperkenalkan diri, mereka menuju ke tempat pengambilan kopor. Ketika berjalan keluar, Ralph sering&lt;br /&gt;menghilang. Banyak hal yang dilakukannya. Ia membantu seorang wanita tua yang kopornya jatuh dan terbuka. Kemudian mengangkat dua anak kecil agar mereka dapat melihat sinterklas. Ia juga menolong orang yang tersesat dengan menunjukkan arah yang benar. Setiap kali, ia kembali ke sisi profesor itu dengan senyum lebar menghiasi wajahnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Dari mana Anda belajar melakukan hal-hal seperti itu ?” tanya sang profesor.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Melakukan apa ?” kata Ralph.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Dari mana Anda belajar untuk hidup seperti itu?”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Oh,” kata Ralph, “selama perang, saya kira.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Lalu ia menuturkan kisah perjalanan tugasnya di Vietnam. Juga tentang tugasnya saat membersihkan ladang ranjau, dan bagaimana ia harus menyaksikan satu per satu&lt;br /&gt;temannya tewas terkena ledakan ranjau di depan matanya. &lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Saya belajar untuk hidup di antara pijakan setiap langkah,” katanya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Saya tak pernah tahu apakah langkah berikutnya merupakan pijakan yang terakhir, sehingga saya belajar untuk melakukan segala sesuatu yang sanggup saya lakukan tatkala mengangkat dan memijakkan kaki. Setiap langkah yang saya ayunkan merupakan sebuah dunia baru, dan saya kira sejak saat itulah saya menjalani kehidupan seperti ini.”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kelimpahan hidup tidak ditentukan oleh berapa lama kita hidup, tetapi sejauh mana kita menjalani kehidupan yang berkualitas&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Oleh: Barbara Brown Taylor &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-3279737304966090031?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/3279737304966090031/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=3279737304966090031' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/3279737304966090031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/3279737304966090031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/setiap-langkah-adalah-anugerah.html' title='Setiap Langkah Adalah Anugerah'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-2891834537179394875</id><published>2008-03-19T08:54:00.001+07:00</published><updated>2008-03-19T08:56:35.281+07:00</updated><title type='text'>Sabar Dan Bodoh</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pagi ini saya membaca sebuah cerita yang memberikan inspirasi sangat baik.&lt;br /&gt;Konon di Tiongkok pernah hidup seorang hakim yang sangat dihormati karena tegas dan jujur. Ia memutuskan setiap perkara dengan adil, tanpa pandang bulu. Suatu hari, dua orang menghadap hakim tersebut. &lt;br /&gt;Mereka bertengkar hebat dan nyaris beradu fisik. Keduanya meminta keputusan atas kasus mereka yang sebenarnya sangat sepele. Keduanya berdebat tentang hitungan 3x7. Yang satu mengatakan hasilnya 21, yang lain bersikukuh mengatakan hasilnya 27. Ternyata sang hakim memvonis hukuman cambuk 10x bagi orang yang menjawab benar.&lt;br /&gt;Spontan si terhukum protes.&lt;br /&gt;Sang hakim menjawab, "Kamu bodoh, mau-maunya berdebat dengan orang orang bodoh yang tidak tahu kalau 3x7 adalah 21!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada orang berbeda pendapat dengan kita, katakan pada diri sendiri bahwa dia belum mengerti, lalu bersabarlah. Karena kesabaran artinya membantu dia mengerti dan menyerahkan dia kepada Tuhan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang bisa saya ambil dari cerita ini adalah bahwa jika kita sibuk memperdebatkan sesuatu yang tidak berguna, artinya kita sama salahnya atau bahkan lebih salah daripada orang yang memulai perdebatan. Sebab dengan sadar kita membuang waktu dan energi untuk sesuatu yang&lt;br /&gt;sebenarnya tidak perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berlaku benar adalah sebuah pilihan. Meskipun kita tidak bisa dengan mudah mengubah perasaan kita mengenai masalah yang kita hadapi, kita masih tetap bebas untuk memilih tindakan yang benar. Amin TUHAN memberkati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-2891834537179394875?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/2891834537179394875/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=2891834537179394875' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2891834537179394875'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2891834537179394875'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/sabar-dan-bodoh.html' title='Sabar Dan Bodoh'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-2109772907126918734</id><published>2008-03-17T13:52:00.000+07:00</published><updated>2008-03-17T13:53:27.086+07:00</updated><title type='text'>Anda termasuk Domba atau Kambing</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;"Domba-domba-Ku mendengarkan suara-Ku dan Aku mengenal mereka dan mereka mengikuti Aku" Yohanes 10:27&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir zaman Tuhan Yesus akan memisahkan domba dengan kambing. Kambing adalah gambaran orang-orang fasik yang tidak mendapat bagian dalam kerajaan Allah, sedangkan domba adalah gambaran orang-orang benar (Mat. 25:31-46). Lalu bagaimana kita dapat mengetahui bahwa kita adalah domba dan bukannya kambing? Mari kita lihat ciri-ciri domba:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, domba mendengar suara Gembala.&lt;br /&gt;Banyak buku ditulis dengan judul: Bagaimana mendengarkan suara Tuhan? Rupanya banyak orang kristen yang sulit mendengarkan suara Tuhan. Mungkin Anda juga mengalami hal yang sama. Benarkah bahwa Tuhan itu sungguh-sungguh berbicara kepada kita? Ya, Tuhan berbicara kepada kita setiap hari. Yang menjadi masalah adalah telinga kita yang tuli! Allah adalah Roh. Jadi untuk mendengar suara Tuhan kita harus mempertajam telinga rohani kita. Salah satu cara Alkitabiah untuk peka terhadap suara-Nya adalah dengn "Beribadah dengan Tuhan dan berpuasa" (kis. 13:2). Sebab setelah mereka beribadah kepada Tuhan dan berpuasa, Roh kudus berkata-kata kepada mereka. Jadi dengan beribadah -termasuk memuji Tuhan, menyembah Tuhan, dan merenungkan firman Tuhan- dan berpuasa Anda akan mendengar suara Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Yesus mengenal domba-domba-Nya.&lt;br /&gt;Tidak dapat disangkal bahwa hanya domba yang taat dan melakukan firman Tuhan akan dikenal Tuhan. Mereka adalah para pelaku firman. Mereka adalah orang-orang yang takut kepada Tuhan dan melakukan kehendak Bapa (Mat. 7:21-23)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, domba mengikuti sang Gembala.&lt;br /&gt;Mengikuti kristus bukan sekedar pergi ke gereja saja, tetapi menjadi sama seperti Kristus. Dunia dapat saja menjadi pengikut salah satu artis atau penyanyi dunia. mereka begitu fanatik sampai-sampai semua aksesoris yang dikenakan si artis diikutinya pula. Lebih parah lagi, dandanan rambutnya, model baju, sampai gaya bicara dicontoh pula. Sebenarmnya ini pula yang Tuhan kehendaki bagi gereja-Nya. Apa yang Yesus lakukan kita juga harus mencontohnya. Belas kasihan-Nya kepada orang-orang tertindas, semangat-Nya memberitakan Injil, kemurahannya kepada orang-orang lemah, penghiburan-Nya kepada orang-orang sengsara, dan kerinduannya melihat semua orang diselamatkan, itulah yang wajib kita teladani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-2109772907126918734?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/2109772907126918734/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=2109772907126918734' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2109772907126918734'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/2109772907126918734'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/anda-termasuk-domba-atau-kambing.html' title='Anda termasuk Domba atau Kambing'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-4266005543524218072</id><published>2008-03-14T14:43:00.000+07:00</published><updated>2008-03-14T14:45:57.043+07:00</updated><title type='text'>KISAH ARLOJI YANG HILANG</title><content type='html'>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Ada seorang tukang kayu. Suatu saat ketika sedang bekerja, secara tak disengaja arlojinya terjatuh dan terbenam di antara tingginya tumpukan serbuk kayu. Arloji itu adalah sebuah hadiah dan telah dipakainya cukup lama. Ia amat mencintai arloji tersebut. Karenanya ia berusaha sedapat mungkin untuk menemukan kembali arlojinya. Sambil mengeluh mempersalahkan keteledoran diri sendiri si tukang kayu itu membongkar tumpukan serbuk yang tinggi itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Teman-teman pekerja yang lain juga turut membantu mencarinya. Namun sia-sia saja. Arloji kesayangan itu tetap tak ditemukan. Tibalah saat makan siang. Para pekerja serta pemilik arloji tersebut dengan semangat yang lesu meninggalkan bengkel kayu tersebut. Saat itu seorang anak yang sejak tadi memperhatikan mereka mencari arloji itu, datang mendekati tumpukan serbuk kayu tersebut. Ia menjongkok dan mencari. Tak berapa lama berselang ia telah menemukan kembali arloji kesayangan si tukang kayu tersebut. Tentu si tukang kayu itu amat gembira. Namun ia juga heran, karena sebelumnya banyak orang telah membongkar tumpukan serbuk namun sia-sia. Tapi anak ini cuma seorang diri saja, dan berhasil menemukan arloji itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Bagaimana caranya engkau mencari arloji ini ?”, tanya si tukang kayu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;“Saya hanya duduk secara tenang di lantai. Dalam keheningan itu saya bisa mendengar bunyi tik-tak, tik-tak. Dengan itu saya tahu di mana arloji itu berada”, jawab anak itu.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Keheningan adalah pekerjaan rumah yang paling sulit diselesaikan selama hidup. Sering secara tidak sadar kita terjerumus dalam seribu satu macam ‘kesibukan dan kegaduhan’. Ada baiknya kita menenangkan diri kita terlebih dahulu sebelum mulai melangkah menghadapi setiap permasalahan. “Segenggam ketenangan lebih baik dari pada dua genggam jerih payah dan usaha menjaring angin.” (Pengkhotbah 4:6). ”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-4266005543524218072?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/4266005543524218072/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=4266005543524218072' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4266005543524218072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4266005543524218072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/kisah-arloji-yang-hilang.html' title='KISAH ARLOJI YANG HILANG'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-4960027716741316453</id><published>2008-03-13T08:58:00.001+07:00</published><updated>2008-03-13T09:00:45.379+07:00</updated><title type='text'>Belajarlah menulis kesalahan orang lain diatas pasir...</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan salah seorang menampar temannya. Orang yang kena tampar merasa sakit hati tapi dengan tanpa berkata-kata dia menulis di atas pasir; HARI INI, &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;SAHABAT TERBAIKKU MENAMPAR PIPIKU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, di mana mereka memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka hatinya mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman dan rasa takutnya sudah hilang, dia menulis di sebuah batu; &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;HARI INI, SAHABAT TERBAIKKU MENYELAMATKAN NYAWAKU.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang menolong dan menampar sahabatnya bertanya, “Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan sekarang kamu menulis di batu?” Temannya sambi l tersenyum menjawab, “Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya di atas pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut. Dan bila sesuatu yang luar biasa terjadi, kita harus memahatnya di atas batu hati kita, agar tidak bisa hilang tertiup angin.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik dengan pasangan, suami / isteri, kekasih, adik / kakak, kolega, dll,karena sudut pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan dan lupakan masalah lalu. Manfaat positif dari continuous relationship mungkin sekali jauh lebh besar ketimbang kekecewaan masa lalu. Nobody’s perfect. &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0); font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Belajarlah menulis di atas pasir.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-4960027716741316453?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/4960027716741316453/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=4960027716741316453' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4960027716741316453'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4960027716741316453'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/belajarlah-menulis-kesalahan-orang-lain.html' title='Belajarlah menulis kesalahan orang lain diatas pasir...'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-4591222498896965759</id><published>2008-03-12T08:16:00.001+07:00</published><updated>2008-03-12T08:17:44.976+07:00</updated><title type='text'>Hargailah Waktu...</title><content type='html'>Bayangkan ada sebuah bank yang memberi anda uang sejumlah Rp. 86.400,- setiap paginya.&lt;br /&gt;Semua uang itu dapat anda gunakan (tidak lebih).&lt;br /&gt;Pada malam hari, bank akan menghapus sisa uang yang tidak anda gunakan selama sehari.&lt;br /&gt;Coba tebak, apa yang akan anda lakukan?&lt;br /&gt;Tentu saja, menghabiskan semua uang pinjaman itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapapun dari kita memiliki bank semacam itu; bernama WAKTU.&lt;br /&gt;Setiap pagi, ia akan memberi anda 86.400 detik.&lt;br /&gt;Pada malam harinya ia akan menghapus sisa waktu yang tidak anda gunakan untuk tujuan baik.&lt;br /&gt;Karena ia tidak memberikan sisa waktunya pada anda.&lt;br /&gt;Ia juga tidak memberikan waktu tambahan.&lt;br /&gt;Setiap hari ia akan membuka satu rekening baru untuk anda.&lt;br /&gt;Setiap malam ia akan menghanguskan yang tersisa.&lt;br /&gt;Jika anda tidak menggunakannya maka kerugian akan menimpa anda.&lt;br /&gt;Anda tidak bisa menariknya kembali.&lt;br /&gt;Juga, anda tidak bisa meminta “uang muka” untuk keesokan hari.&lt;br /&gt;Anda harus hidup di dalam simpanan hari ini.&lt;br /&gt;Maka dari itu, investasikanlah untuk kesehatan, kebahagiaan dan kesuksesan anda.&lt;br /&gt;Jam terus berdetak.&lt;br /&gt;Gunakan waktu anda sebaik-baiknya.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SETAHUN, tanyakan pada murid yang gagal kelas.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEBULAN, tanyakan pada ibu yang melahirkan bayi prematur.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMINGGU, tanyakan pada editor majalah mingguan.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEJAM, tanyakan pada kekasih yang menunggu untuk bertemu.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMENIT, tanyakan pada orang yang ketinggalan pesawat terbang.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEDETIK, tanyakan pada orang yang baru saja terhindar dari kecelakaan.&lt;br /&gt;Agar tahu pentingnya waktu SEMILIDETIK, tanyakan pada peraih medali perak Olimpiade.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN……&lt;br /&gt;“Hargailah setiap waktu yang anda miliki. Dan ingatlah waktu tidaklah menunggu siapa-siapa”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-size:85%;" &gt;&lt;span style="color: rgb(192, 192, 192);"&gt;Sumber : Krenungan.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-4591222498896965759?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/4591222498896965759/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=4591222498896965759' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4591222498896965759'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4591222498896965759'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/hargailah-waktu.html' title='Hargailah Waktu...'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-1474278218430486825</id><published>2008-03-11T07:53:00.000+07:00</published><updated>2008-03-11T08:09:05.778+07:00</updated><title type='text'>Kontrol Amarahmu</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: center;"&gt;" Orang bebal melampiaskan seluruh amarahnya, tetapi orang bijak kahirnya meredakannya"&lt;br /&gt;Amsal 29:11&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Setiap kita pasti pernah mengalami pertengkaran dengan rekan kerja, teman, sekolah, pasangan , orangtua, saudara maupun anak kita. Saat itu kita sering mengeluarkan kata-kata yang mungkin tidak enak dan suasanapun akan menjadi panas jika mereka ikut membalas perkataan kita. Kemduian karena tidak terselesaikan di hati, amarah itu kita bawa kemanapun kita pergi sehingga siapapun yang berada didekat kita akan kena imbasnya juga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah pulang kerumah mungkin istri yagn menyambut kita di depan rumah kena damprat, anak-anak, pembantu bahkan anjing kesayanganpun kena dampak dari amarah kita. Ketika amarah reda, kita  mulai menyesali atas apa yang telah kita perbuat dan muncul permasalahan baru di dalam keluarga akibat kebodohan kita sesaat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah pantas kita sebagai anak-anak TUHAN berbuat demikian ? sedangkan YESUS telah mengajarkan kepada kita untuk saling mengasihi satu sama lain dan mengampuni kesalahan orang lain atas kita, bukan saling membenci atau menimbulkkan pertingkaian. Dalam amsal 29 : 11 mengatakan bahwa orang yang membiarkan amarahnya meledak adalah orang bodoh sedangkan orang yang dapat mengendalikan amarahnya adalah orang yang bijaksana. Kita ada digolongan yang mana ???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat mengontrol amarah kita dengan pertolongan dari TUHAN, berdoa dan belajar untuk sabar dalam menghadapi situasi yang mungkin dapat memancing emosi kita. Dan pada akhirnya semua kembali kepada diri kita sendiri, apakah kita akan membiarkan amarah kta meledak-ledak atau mengedalikan amara kita ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Amin. TUHAN memberkati.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-1474278218430486825?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/1474278218430486825/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=1474278218430486825' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/1474278218430486825'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/1474278218430486825'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/kontrol-amarahmu.html' title='Kontrol Amarahmu'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-4412218445194002481</id><published>2008-03-10T08:23:00.000+07:00</published><updated>2008-03-10T08:28:31.905+07:00</updated><title type='text'>Arti Sebuah Kebahagiaan</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seorang lelaki berumur 92 tahun yang mempunyai selera tinggi,percaya diri, dan bangga akan dirinya sendiri, yang selalu berpakaian rapi setiap hari sejak jam 8 pagi, dengan rambutnya yang teratur rapi meskipun dia buta, masuk ke panti jompo hari ini.&lt;br /&gt;Istrinya yang berumur 70 tahun baru-baru ini meninggal, sehingga dia harus masuk ke panti jompo.&lt;br /&gt;Setelah menunggu dengan sabar selama beberapa jam di lobi, Dia tersenyum manis ketika diberi tahu bahwa kamarnya telah siap.&lt;br /&gt;Ketika dia berjalan mengikuti penunjuk jalan ke elevator, aku menggambarkan keadaan kamarnya yang kecil, termasuk gorden yang ada di jendela kamarnya. Saya menyukainya, katanya dengan antusias seperti seorang anak kecil berumur 8 tahun yang baru saja mendapatkan seekor anjing.&lt;br /&gt;Pak, Anda belum melihat kamarnya, tahan dulu perkataan tersebut.&lt;br /&gt;Hal itu tidak ada hubungannya, dia menjawab. Kebahagiaan adalah sesuatu yang kamu putuskan di awal. Apakah aku akan menyukai kamarku atau tidak, tidak tergantung dari bagaimana perabotannya diatur tapi bagaimana aku mengatur pikiranku. Aku sudah memutuskan menyukainya. Itu adalah keputusan yang kubuat setiap pagi ketika aku bangun tidur.&lt;br /&gt;Aku punya sebuah pilihan; aku bisa menghabiskan waktu di tempat tidur menceritakan kesulitan-kesulitan yang terjadi padaku karena ada bagian tubuhnya yang tidak bisa berfungsi lagi, atau turun dari tempat tidur dan berterima kasih atas bagian-bagian yang masih berfungsi.&lt;br /&gt;Setiap hari adalah hadiah, dan selama mataku terbuka, aku akan memusatkan perhatian pada hari yang baru dan semua kenangan indah dan bahagia yang pernah kualami dan kusimpan. Hanya untuk kali ini dalam hidupku.&lt;br /&gt;Umur yang sudah tua adalah seperti simpanan dibank.&lt;br /&gt;Kita akan mengambil dari yang telah kita simpan. Jadi, nasehatku padamu adalah untuk menyimpan sebanyak-banyaknya kebahagiaan di bank kenangan kita.&lt;br /&gt;Terima kasih padamu yang telah mengisi bank kenanganku.&lt;br /&gt;Aku sedang menyimpannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingat-ingatlah lima aturan sederhana untuk menjadi bahagia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bebaskan hatimu dari rasa benci.&lt;br /&gt;2. Bebaskan pikiranmu dari segala kekuatiran.&lt;br /&gt;3. Hiduplah dengan sederhana.&lt;br /&gt;4. Berikan lebih banyak (give more)&lt;br /&gt;5. Jangan terlalu banyak mengharap (expectless)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-4412218445194002481?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/4412218445194002481/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=4412218445194002481' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4412218445194002481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/4412218445194002481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/arti-sebuah-kebahagiaan.html' title='Arti Sebuah Kebahagiaan'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-7098716954381460394</id><published>2008-03-06T08:26:00.000+07:00</published><updated>2008-03-06T08:41:13.432+07:00</updated><title type='text'>The Great Wall</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Siapa loba kan keuntungan gelap, mengacaukan rumah tangganya, tetapi sipa membenci suap akan hidup  ( amsal 15:27 )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The great wall atau Tembok Besar Cina adalh salah satu dari keajaiban dunia. Salah satu bangunan yang sekaligus benteng yang paling kokoh di dunia. Dibangun menghabiskan dana, tenaga dan juga nyawa yan sedemikian banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski Great Wall diakui sebagai salah satu benteng paling kokoh didunia, namun musuh pernah tiga kali membobolnya. BUkan dengan menghancurkan tembok itu, tapi dengan menyuap para penjaga gerbangnya. Disinilah kita melihat bahwa sekuat apapun sebuah bangunan, tapi jika karakter manusia yang ada didalamnya begitu rapuh, maka bangunan yang kokoh tersebutpun akan hancur pada akhirya. Ingat, Great wall pernah mengalaminya sampai tiga kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin hal yang sama yang terjadi atas bangsa dan negara kita ini,. Tahukah anda bahwa banyak negara lain yang iri dengan sumber daya alam yang kita miliki ? Indonesia memiliki wilayah yang cukup luas dan secara geografis berada di posisi yang strategis, dan memiliki kekayaan alam yang melimpah. Dengan modal ini, seharusnya kita bisa menjadi bangsa yang terdepan. Namun apa yang terjadi ? Bangsa kita dari dulu masih dikategorikan sebagai negara yang berkembang, bukan negara maju. Apa pasal ? sekali lagi, ini semua karena karakter manusia yang ada di dalamnya yang begitu rapuh. Praktek korupsi, kolusi dan nepotisme ( KKN ) masih saja marak terjadi meski sudah dibentuk KPK dan segala macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadilah manusia yang memiliki intrigritas, Inilah kualitas utama yang perlu dimiliki oleh semua pemimpin dan termasuk kita. Saya bayangkan jika setiap orang memiliki integritas karena ia takut akan TUHAN, maka keadaan akan segera pulih dan menjadi lebih baik. Ingat, Kekuatan sebenarnya di dalam sebuah negara, instansi, gereja, oraganisasi adalah orang-orang yang ada didalamnya. Mari benahi dulu bagian dalamnya, maka bagian luarnya juga akan ikut kokoh dan tidak mudah untuk dihancurkan. Abaikan bagian dalamnya, maka sekokoh apapun juga "bangunan" tersebut, hancur juga pada akhirnya. TUHAN memberkati. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-7098716954381460394?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/7098716954381460394/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=7098716954381460394' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7098716954381460394'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/7098716954381460394'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/great-wall.html' title='The Great Wall'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-6712588980628491039</id><published>2008-03-05T08:39:00.000+07:00</published><updated>2008-03-05T08:54:18.345+07:00</updated><title type='text'>Bung Hatta dan Sepatu Bally</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Beberapa waktu yang lalu dalam acara peringatan satu abad Bunga Hatta tersimpan kisah yang menarik. Orang Normor dua di zmana order lama tersebut pernah mempunyai keinginan.&lt;br /&gt;Sebauah keinginan sederhana untuk memiliki sepasang SEPATU BALLY. pada tahun 1950-an, Bally adalah merk sepatu yang bergengsi dan mahal harganya. Wakil Presiden itu pun rindu memiliki sepatu tersebut. Karenanya, Bung Hatta berusaha untuk menabung demi menggapai impian itu.&lt;br /&gt;Alhasil hingga menghembuskan nafas terakhirnya, Bung Hatta tidak pernah membeli sepatu tersebut karena tabungannya tidak mencukupi. Tipa kali hendak membeli, tabunganya terkuras untuk kebutuhan keluarga dan orang-oranga lain yang sangat membutuhkan dana itu. Yang tersimpan hanyalah sebuah iklan sepati Bally yang diklipinnya dari sebuah harian ibu kota kala itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adi sasono, ketua pelaksana peringatan satu abad Bung Hatta berkata &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;" Jika Bung Hatta mau, di bisa berbicara kepada para pengusaha utnuk mendapatkan sepatu tersebut".&lt;/span&gt; Namun Bung hatta dapat menahan diri menggunakan jabatan terhormat itu demi kepentingan pribadi. Sebuah contoh kehidupan yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yesus pernah berkat bahwa &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);font-size:180%;" &gt;hendaknya kita jangan menjadi hamba uang&lt;/span&gt;, cukuplah dirimu dengan apa yang ada padamu. Konsumenisme mewarnai duni saat ini, Kartu kredit berbagai merk tersedia dengan gampangnya. AKhirnya orang sering terbelit dengan utang karena harus mengejar gaya hidup yang didasarkan hanya pada uang. Alkitab sudah memberitahukan lebih baik mencukupkan diri dengna berkat TUHAN yang telah tersedia. Tidak menjadi tamak lalu korupsi demi sebuah keinginan yang tiada hentinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak salah jika kita kaya dan memiliki uang yang banyak. Uang diperlukan, bahkan pekerjaan TUHAN pun membutuhkan uang. Yang SALAH , ketika uang dijadikan sebagi tujuan hidup, bahkan menjadi "TUAN" yang selalu mengendalikan hidup kita. YANG BENAR adalah kita memiliki uang tanpa dikendalikan oleh uang itu, sebalikanya kita memiliki tnaggung jawab untuk menggunakannya dengan benar.  TUHAN memberkati. Amin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;( sumber Renungan harian Spirit )&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-6712588980628491039?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/6712588980628491039/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=6712588980628491039' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/6712588980628491039'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/6712588980628491039'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/03/bung-hatta-dan-sepatu-bally.html' title='Bung Hatta dan Sepatu Bally'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-932024086368587329</id><published>2008-02-28T15:46:00.000+07:00</published><updated>2008-02-28T15:49:49.287+07:00</updated><title type='text'>Lebih Dari Sekedar Bekerja</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;    Untuk apa kita bekerja?&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="storycontent"&gt;  &lt;p&gt;Apa kita bekerja untuk makan? Atau kita makan untuk bekerja? Semua orang bekerja. Menanggung lelah; menahan jengkel; memeras pikiran; mengucurkan keringat; menghabiskan tenaga; membanting tulang dari pagi sampai sore.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Bayangkanlah paramedis di UGD yang seharian berdiri menunduk menjahit robekan tubuh korban yang mengerang kesakitan karena ususnya terburai. Atau seorang masinis kereta api yang pukul tiga pagi sudah menyalakan tungku batu bara lokomotif. Atau bahkan bayangkan pekerjaan seorang ibu rumah tangga, yang tak pernah ada habisnya. Untuk apa mereka bekerja? Untuk apa kita bekerja?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita bekerja untuk mendapat nafkah. Sesempit itukah tujuan kerja? Apa hidup ini hanya bertujuan untuk mencari nafkah?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita adalah makhluk yang lebih dari sekedar punya mulut dan perut tok. Kita memiliki martabat dan hati nurani. Martabat diri itu tidak akan terwujud dengan hanya ongkang kaki. Karena itulah kita bekerja. Dengan bekerja diri kita diaktualkan. Dengan bekerja diri kita jadi berarti dan memberi arti.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Punya arti dan memberi arti bisa dilakukan tiap orang, betapa pun ?kecil? pekerjaannya. Yang diperbuat seorang penjaga pintu lintasan kereta api bukan sekedar menjaga pintu kereta, tapi menjaga puluhan nyawa manusia. Yang diperbuat ibu bukan sekedar menyiapkan nasi, melainkan menyiapkan masa depan anak-anaknya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setiap orang perlu bekerja. Sebab itu, yang diberikan Tuhan kepada Adam pertama-tama adalah pekerjaan, bukan istri. Belajarlah dari semut, yang bekerja dengan rajin dan tekun, tidak banyak bicara dan tidak egois. Kerja adalah ibarat senar gitar. Terlalu kencang dia putus, terlalu kendor malah tidak bunyi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita bekerja karena Tuhan bekerja. Tiap pagi Tuhanmembangunkan surya. Tiap petang Ia menidurkan senja. Ia meniup awan. Ia meneteskan hujan. Ia menghidupkan indung telur. Ia menghembuskan napas kehidupan ke jabang bayi. Ia mengajar ikan berenang. Ia mengawasi merpati yang terbang kian kemari.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketika kita bekerja, Tuhan berada di dekat kita. Sekali-kali ia menoleh kepada kita. Ia tahu bahwa kita letih. Ia juga letih. Ia pun mengangguk kagum melihat kita saat mengerjakan tugas dengan ketekunan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap hatimu seperti untuk Tuhan…”&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kita bekerja karena hidup ini mempunyai arti. Kita bekerja supaya hidup ini memberi arti. Hidup ini Cuma sekali. Sekali berarti sesudah itu mati. Pertanyaannya, apakah hidup kita sekarang ini sudah memiliki arti dan memberi arti?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Selamat bekerja. Selamat berkarya. &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-932024086368587329?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/932024086368587329/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=932024086368587329' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/932024086368587329'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/932024086368587329'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/02/lebih-dari-sekedar-bekerja.html' title='Lebih Dari Sekedar Bekerja'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-8910260611076007028</id><published>2008-02-27T11:56:00.000+07:00</published><updated>2008-02-27T12:05:33.342+07:00</updated><title type='text'>Play Heart Work Heart</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;" class="storycontent"&gt;    &lt;p&gt;Itu adalah semboyan sebuah bank asing yang tertera di hadapan saya saat sedang rapat bersama tim mereka. Semboyan itu benar menggugah batin karena selama ini kalau bisa saya malah berfalsafah play hard work hard.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Tak salah kalau kemudian saya bisa melakukan hal-hal di luar akal sehat. Saya mengharap rapat dan kerja sama saya dengan mereka berakhir dengan menggunakan “hati”, termasuk soal pembayarannya bila proposal di ruang rapat itu diterima. “Asyik-asyik nyindir saja,” kata mitra saya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa bulan lalu teman saya bercerita, ia diutangi seorang ibu superkaya istri pengusaha yang sampai tulisan ini diturunkan masih menunggak pembayaran untuk pesanan kebayanya yang jumlahnya sepuluh buah. Padahal, teman saya cuma perancang mode ecek-ecek yang kebetulan jahitan kebayanya cukup dahsyat.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Sampai capai nagih-nya,” katanya suatu hari. “Mereka berani utang sama kita, Mas. Apa iya mereka bisa melakukan itu di Gucci dan Prada. Enggak, kan?” lanjutnya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Begitulah pengalaman yang saya perhatikan dan pernah saya jalani. Kalau bisa menunggak, mengapa harus enggak menunggak? Lha wong kadang sudah diberi fasilitas menunggak beberapa minggu—kadang satu bulan—saja masih juga tak mau melunasi pembayaran. Paling enak memang menunggak, apalagi menunggaknya sekian ratus juta rupiah. Disimpan saja dulu di bank, kan ada bunga hariannya, daripada langsung ludes untuk membayar utang.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kalaupun yang mendapat beban tunggakan sengsara sehingga tak bisa memutar uangnya untuk melangsungkan jalannya perusahaan kecil mereka, memang apa peduli saya dan mereka yang berperi laku seperti saya?&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;“Seandainya ibu itu bisa memosisikan dirinya seperti aku yang cuma tukang jahit ini, mau enggak sih digituin?” kata teman saya itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya cuma geleng-geleng kepala dan berkata dalam hati, ya tentunya si ibu tak bisa dan tak mau memosisikan dirinya sebagai tukang jahit ecek-ecek. Kalau saja ia bisa melakukan itu, sudah pasti dia akan melunasi pembayarannya dan saya tak akan menulis pengalaman teman&lt;br /&gt;saya yang disengsarakan istri seorang pengusaha itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Jadi binatang&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Beberapa waktu lalu saya sedang di dalam mobil dalam perjalanan pulang. Telepon genggam saya berdering, nama perancang mode kondang Edward Hutabarat tampil di layar alat komunikasi itu. Waktu menunjukkan pukul delapan malam, sehabis saya mengisi perut yang keroncongan. Jadi, saat Mas Edo menelepon, saya sudah siap dengan tenaga untuk mengobrol dengannya yang sudah lama, lama sekali tak saya jumpai.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Seperti biasa, kami melepas rindu dengan cerita ke sana-ke mari. Lama sudah tak terdengar kabarnya, tetapi belakangan saya melihat ia come back lagi dengan koleksinya yang lebih ringan, lebih muda, dan tetap memegang teguh menggunakan kain Indonesia. Belum lagi butik baru dan buku barunya juga sudah diluncurkan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah melepas rindu ia mulai bercerita tentang usahanya berkonsentrasi dengan kain-kain Indonesia. Ceritanya itu bukan hal baru buat saya, tetapi satu hal yang baru adalah keinginannya agar orang lebih mencintai lagi negeri ini.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ia bercerita sekian tahun ia keluar-masuk berbagai macam pedusunan untuk bertemu dengan masyarakat lokal. Yang ia temukan bukan hanya sekadar kain-kain lama yang menawan, tetapi kerukunan hidup mereka di sana. “Hand made itu enggak penting, yang penting itu human made,” katanya. Kalimatnya itu menghujam tenggorokan dan konsentrasi saya. Ia berbicara terus, tetapi saya sudah tak bisa mendengarnya lagi.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya tewas mendengar pernyataan itu. Saya sering kali lupa sayaini manusia. Sekarang saya mengerti mengapa ada sebutan manusia itu bisa seperti binatang. Dan cukup lama saya adalah binatang itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Pekerjaan saya diciptakan tidak dengan hati, tidak dengan rasa. Meniru karya orang kemudian dijual. Pokoknya asal untung dan menghasilkan banyak uang. Yang dipikir hanya uang, uang, dan uang. Mencari perdamaian? Nanti saja dulu. Saya justru paling suka mengajak orang berkelahi. Menuntut, mendepak, dan menjatuhkan teman sekantor, melukai, menghajar bisnis saingan saya. Menipu dan mencuri.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Semasih menjadi pimpinan, acapkali saya mengusulkan orang untuk mengirimkan proposal dan melakukan presentasi saat saya merencanakan sebuah kegiatan. Kemudian tak satu pun dari presentasi itu saya pilih, tetapi saya mengambil ide dari semua itu untuk saya pergunakan, tanpa harus mengeluarkan uang sepeser pun. Saya teringat kembali semboyan di ruang rapat bank asing itu. Play heart, work heart. Pernahkah saya? Atau pernahkah si pembuat semboyan itu? “Hayo, nyindir lagi,” kata mitra saya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Serigala berbulu&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya tinggalkan hati saya di rumah karena menurut saya dunia di luar rumah saya itu keras. Saya tak perlu cinta, kasih apalagi. Rendah hati, mengalah, lemah lembut, mengampuni, sebaiknya dimasukkan saja di kotak P3K dan dikeluarkan bila sudah masuk ke lingkungan gereja setiap minggu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Di luar semua itu saya harus keras, saya harus jadi binatang dan menghunus pedang. Dan tak ada gunanya kalau pedang sudah dihunus tak dihujamkan ke perut orang dan bila sudah jadi binatang tak menerkam.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Kemudian saya bertanya kepada diri sendiri setelah begitu lamanya menjadi penjahat. Mengapa susah sekali menciptakan perdamaian? Saya pernah ditanya dengan satu pertanyaan, apakah keinginan saya? Banyak jawabannya. Tetapi, harus diakui saya ingin hidup tenang, terutama pada masa menjelang lampu pencabut nyawa dinyalakan.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Ketenangan? Teman saya bertanya balik dalam bahasa enggres (meminjam istilah pembantu saya), “Are you sure?” Saya geleng kepala karena saya sendiri tak yakin dengan jawaban saya sendiri. Kalau saya ingin damai, mengapa saya selalu senang menciptakan ketidakdamaian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya senang bermuka dua. Kepada atasan saya menjilat ke bawahan saya mengatakan kejelekan atasan. Bertemu atasan lagi, saya menjelekkan bawahan saya. Prinsipnya saya ahli menjatuhkan orang. Orang atas dan orang bawah.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Saya sering cuci tangan. Sebelum dan sesudah makan, dan sebelum dan sesudah melaporkan sesuatu yang tak berjalan sebagaimana mestinya. Saya tak mau bertanggung jawab. Tetapi, kalau itu soal prestasi, saya akan mengeluarkan kata-kata, “It is all because of me.” Saya menciptakan sakit hati di mana-mana. Dan saya sangat menikmati itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Misalnya saja, teman saya bercerita kepada saya mengenai sahabatnya yang belakangan berperilaku aneh. Ia menumpahkan semuanya kepada saya dengan ceritanya yang berapi-api dan saya tak tahu apakah ceritanya itu juga kemasukan bumbu-bumbu dapur lainnya. Saya yang mendengar cerita itu dan kebetulan mengenal teman yang aneh itu juga, tak malah berdiam dan memberi jawaban yang positif, tetapi malah oh… ya, oh… ya dan terus, terus.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Dan setelah pertemuan itu, saya mulai menyiarkan siaran pers melalui SMS, malah kadang menelepon beberapa teman, untuk menjatuhkan teman saya yang berperilaku aneh itu.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Setelah saya berpikir waras, saya bertanya apa salahnya ia berperilaku aneh. Ia sendiri tak keberatan, mengapa saya dan teman saya menjadi begitu keberatan dan mempermasalahkan. Kalaupun teman saya jadi benar aneh, saya toh tak dirugikan, bukan? Kalaupun saya merasa dirugikan, tinggalkan saja. Semudah itu, bukan? Tidak semudah itu buat saya, saya ingin mempersulit situasi karena mental saya yang memang bukan pecinta perdamaian.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Itu sebabnya mengapa menjawab pertanyaan saya sendiri itu susahnya setengah mati. Mau damai, tetapi membuat ketidakdamaian itu kok ya uenak tenan. Saya tak tahu apakah Pak George Bush punya perasaan sama dengan saya. “Bisa jadi lho, Mas,” kata teman saya.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Edo, demikian saya memanggil sang desainer, mengakhiri pembicaraan sekian puluh menit itu. Tetapi, suaranya soal human made tak hilang di gendang telinga saya. Terpaksa saya bawa pulang ke rumah dan tepat saat saya ditelan gelapnya malam, saya disadarkan suara sang desainer bahwa ternyata selama ini saya memang bukan manusia. Saya cuma binatang bernama serigala yang berbulu tangkis. Eh… salah, berbulu domba.&lt;/p&gt;  &lt;p&gt;Sumber: “Play Heart Work Heart” oleh Samuel Mulia &lt;/p&gt;  &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-8910260611076007028?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/8910260611076007028/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=8910260611076007028' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/8910260611076007028'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/8910260611076007028'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/02/play-heart-work-heart.html' title='Play Heart Work Heart'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-8089574432199501959</id><published>2008-02-26T14:52:00.000+07:00</published><updated>2008-02-26T14:59:34.168+07:00</updated><title type='text'>Mau belajar dari Kupu-kupu atao Dari Lebah ???</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;"Itulah yang harus ada di sampingnya dan haruslah ia membacanya seumur hidupnya untuk belajar takut akan TUHAN, Allahnya, dengan berpegang pada segala isi hukum dan ketetapan ini untuk dilakukannya." (Ulangan 17:19)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apakah Anda belajar Alkitab seperti kupu-kupu ataukah lebah? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kupu-kupu beterbangan kesana kemari sambil hinggap di bunga-bunga. Menghisap hanya bagian atas dan puas hanya mendapatkan bagian atasnya saja. Manusia menikmati permainan lincah yang diperagakannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tetapi di bagian lain ada seekor lebah yang tidak beranjak dari dalam sekuntum bunga? &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dikerjakannya? Tidur? Tidak! &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dengan tenang dan meyakinkan ia makan sampai ke dalam sari bunga itu. Dan tidak berhenti sampai ia puas mendapatkan apa yang diinginkannya. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Suatu saat musim dingin tiba, kupu-kupu itu mati dalam kelaparan, tetapi si lebah tetap bertahan hidup sebab makanan yang masih tersedia di dalam dirinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Anda menjadi Kristen yang bertipe kupu-kupu ataukah lebah?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Apakah Anda puas hanya sekilas membaca Alkitab?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Perhatikan kupu-kupu yang cuma sekilas menghisap makanannya. Ketika musim dingin datang, maka matilah dia. Anda tidak bisa menjadi orang Kristen yang tangguh kalau hanya sekilas saja memberikan makanan rohani kepada roh Anda. Manusia rohani Anda akan kurus dan kering. Jadi tidak heran bila nafsu Anda yang perkasa akan dengan mudah "membanting" manusia rohani Anda, sehingga setiap hari Anda taat kepada keinginan nafsu Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Sebaliknya bila Anda memberikan makanan seperti lebah yang menggali sampai dalam sampai ia menemukan banyak makanan yang bergizi, maka Anda akan menjadi manusia rohani Anda tangguh. Bila godaan datang, karena manusia rohani Anda kuat, maka dengan mudah ia mengalahkannya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Alkitab bukan sekedar buku wajib yang dibawa manakala kita ke gereja.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:180%;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Alkitab adalah makanan rohani Anda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Tuhan bahkan memberikan perintah agar kita membaca dan merenungkannya sampai seumur hidup!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kalau saya bertanya kepada Anda, apakah Anda pernah merasa bosan makan sampai tiga kali sehari bahkan lebih?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Pernah? Tidak bukan?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Lalu mengapa kita harus bosan makan makanan rohani?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mengapa pula kita harus bosan membaca Alkitab?&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Semakin Anda makan terus, maka Anda akan mendapatkan berkat yang luar biasa dari Allah.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kunci sukses Yosua merebut tanah Kanaan adalah melakukan firman Tuhan seperti dalam Yos, 1:8.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Yosua membaca dan merenungkan firman Tuhan itu siang dan malam. Hasilnya, dia berhasil masuk tanah Kanaan setelah menghalau musuh-musuhnya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-8089574432199501959?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/8089574432199501959/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=8089574432199501959' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/8089574432199501959'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/8089574432199501959'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/02/mau-belajar-dari-kupu-kupu-atao-dari.html' title='Mau belajar dari Kupu-kupu atao Dari Lebah ???'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4354174446219324230.post-6324111046564034318</id><published>2008-02-25T08:25:00.000+07:00</published><updated>2008-02-25T08:36:13.944+07:00</updated><title type='text'>Bekerja Keras Layaknya seekor Burung</title><content type='html'>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;color:#ffffff;"  &gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:130%;"&gt;&lt;b&gt;Jam kerja burung lebih lama dari manusia&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;  &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:85%;"&gt;&lt;i&gt;“Allah memberikan setiap burung makanannya, tetapi Ia tidak meletakkannya di sarangnya” &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;span style="color: rgb(0, 0, 0);font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;color:#ffffff;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p style="color: rgb(0, 0, 0); text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial, Helvetica, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Ternyata burung memiliki keseriusan dalam bekerja. Mengapa ? Karena beberapa jenis burung bekerja di musim panas selama sembilan belas jam sehari. Tanpa mengenal lelah mereka melahap semua serangga yang ada. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;span style="font-family:Arial;font-size:100%;"&gt;Burung Murai bangun jam 02.30 setiap pagi. Dia mengepakkan sayapnya dan langsung mulai bekerja saat itu juga, dan tidak berhenti hingga jam 21.30 malam. Total 19 jam ! Selama waktu itu ia memberi makan kepada anak-anaknya yang makan sebanyak 206 kali sehari bolak-balik !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung hitam mulai bekerja pada waktu yang hampir bersamaan dengan burung murai, tetapi ia berhenti lebih awal. Burung hitam mulai berkicau jam 07.30 pagi. Dan dalam jangka waktu jam kerja selama 17 jam, ia bolak-balik memberi anaknya makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Burung tikus bangun sekitar jam 03.00 pagi dan berhenti kerja jam 21.00 malam. Burung tikus adalah pekerja yang sangat cekatan. Selama bekerja 18 jam itu, ia bisa menghidangkan ke hadapan anak-anaknya ulat bulu sebanyak 417 ekor ! Semua itu dikerjakannya di hari yang panas dengan ketekunan yang luar biasa !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan sehari-hari, banyak orang Kristen yang salah menafsirkan ayat yang mengatakan, “Pandanglah burung-burung di langit, yang tidak menabur dan tidak menuai dan tidak mengumpulkan bekal dalam lumbung, namun diberi makan oleh Bapamu yang di sorga. Bukankah kamu jaun melebihi burung-burung itu ?” Mereka menafsirkan “tidak menabur dan tidak menuai” artinya tidak perlu kerja. Itulah sebabnya banyak orang Kristen yang menjadi pemalas dan tidak sesukses orang-orang dunia yang memang giat bekerja. Mereka mengharapkan Tuhan memberi mereka makan secara ajaib tanpa perlu kerja keras. Ini penafsiran yang keliru !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila disimak dengan teliti maka hal yang ingin ditekankan oleh Tuhan Yesus, adalah hal jangan kuatir, seperti halnya burung yang tidak pernah kuatir akan makanannya, namun hari lepas hari mereka bekerja mencari makanan mereka dan mereka mendapatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita perlu merenungkan apa yang dikatakan oleh Stephen Leacock berikut ini, “Saya sangat percaya pada keberuntungan, dan saya melihat, semakin keras saya bekerja semakin banyak keberuntungan yang saya peroleh.” &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/4354174446219324230-6324111046564034318?l=renunganfti.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://renunganfti.blogspot.com/feeds/6324111046564034318/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=4354174446219324230&amp;postID=6324111046564034318' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/6324111046564034318'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/4354174446219324230/posts/default/6324111046564034318'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://renunganfti.blogspot.com/2008/02/bekerja-keras-layaknya-seekor-burung.html' title='Bekerja Keras Layaknya seekor Burung'/><author><name>renungan FTI</name><uri>http://www.blogger.com/profile/10167857076876613419</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
